Dark/Light Mode

Sekolah Rakyat Perlu Sosialisasi Dan Koordinasi Dengan Banyak Pihak

Satriwan Salim: Koordinasinya Harus Segera Ditingkatkan

Senin, 11 Agustus 2025 07:50 WIB
Satriwan Salim, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Satriwan Salim, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Ratusan guru di Sekolah Rakyat mengundurkan diri. Alasannya beragam: Ada karena jaraknya, domisili dan sebagainya. Apa tanggapan Anda?

Memang, kalau kita lihat proses sosialisasi dan perencanaan Sekolah Rakyat itu cukup singkat. Termasuk proses rekrutmen, proses pelatihan terhadap guru-gurunya, sehingga banyak informasi yang tidak utuh termasuk juga persiapan skill guru-gurunya.

Maksud Anda, Kemensos belum siap untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat ini?

Kami melihat memang kurang sosialisasi dan memang tidak siap Kementerian Sosialnya karena dalam mengelola sekolah berasrama tentu sangat kontras dengan sekolah reguler biasa. 

Baca juga : Abdul Wachid: Wajar, Sekolah Rakyat Masih Tahap Awal

Nah, kami dari P2G melihat guru-guru di sekolah rakyat ini berasal dari sekolah negeri biasa, gitu. Bukan dari sekolah negeri berasrama.

Dan setahu saya, memang tidak ada guru-guru yang berlatar belakang rekrutmen dari sekolah negeri berasrama.

Jadi, guru yang direkrutmen di Sekolah Rakyat belum ada pengalaman?

Guru di Sekolah Rakyat betul-betul baru. Ditambah lagi mereka tidak punya pengalaman di dalam mengelola sekolah berasrama, gitu. 

Baca juga : Ada Yang Dukung, Ada Yang Minta Kaji Dahulu

Kami berharap waktu awal rekrutmen guru diberikan sosialisasi dulu, terkait dengan bagaimana sekolah rakyat ini diatur, dikelola dan polanya seperti apa dan sebagainya. Setelah direkrut, baru diberikan pelatihan-pelatihan.

Jika banyak pelatihan, berarti butuh waktu, dong?

Memang, dalam membentuk dan membangun Sekolah Rakyat butuh waktu yang cukup panjang, tidak asal ujug-ujug berapa bulan jadi.

Kalau kemarin kami melihat waktunya sangat mendesak dan mepet sekali. Kalau tidak salah di bulan Juni dan bulan Juli dan mulai intens kan sekitar bulan November hingga Desember terkait dengan rencana sekolah rakyat ini. 

Baca juga : Kemendukbangga: Kaum Sandwich Jadi Deg-Degan

Karena program Sekolah Rakyat sudah berjalan, apa yang harus dilakukan Kemensos dalam memperbaikinya?

Kemensos harus berkordinasi dengan berbagai pihak. Seperti Mendikdasmen dalam mempersiapkan guru yang berkualitas dan instansi lainnya. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 11 Agustus 2025 dengan judul "Sekolah Rakyat Perlu Sosialisasi Dan Koordinasi Dengan Banyak Pihak, Satriwan Salim: Koordinasinya Harus Segera Ditingkatkan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.