Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penularan TBC Meningkat, Apa Yang Harus Dilakukan?
Aji Muhawarman: Lakukan Pelacakan Terhadap Penderita TBC
Kamis, 9 Oktober 2025 07:15 WIB
Sebelumnya
Kasus TBC mencapai 86 ribu termasuk anak-anak, bagaimana komentarnya ?
Menurut Laporan TBC Global WHO tahun 2024, diperkirakan kasus TBC di Indonesia sebesar 1.090.000 orang sakit TBC per tahun. Untuk menurunkan jumlah kasus tersebut, maka sejumlah kasus tersebut harus ditemukan, diobati dan dipastikan kesembuhannya.
Jika hal tersebut dilakukan, maka berarti sumber penularan akan diatasi dan tidak menambah jumlah orang yang sakit TBC. Untuk itu, tahun 2025 ini ditargetkan untuk dapat menemukan 90 persen dari perkiraan kasus atau ± 981.000.
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Segera Intervensi Pemberian Vaksin
Apa yang dilakukan Kemenkes untuk mengantisipasi kondisi ini?
Upaya pemerintah dalam hal ini Kemenkes adalah mengejar target capaian terutama notifikasi kasus TBC untuk dapat ditemukan minimal 981.000 kasus.
Apa upaya yang dilakukan?
Baca juga : Program Kampung Nelayan Merah Putih Bisa Jadi Solusi
Pertama, peningkatan penemuan kasus di masyarakat dan kelomopok risiko tinggi TBC: melalui kegiatan active case finding, cek kesehatan gratis di puskesmas, pelacakan kontak TBC oleh kader dan lainnya.
Kedua, pencegahan kasus: Mencari orang yang berpotensi untuk terjangkit TB diantaranya: Orang yang kontak erat dengan pasien TBC, ODHIV, orang dengan DM, perokok, untuk dilakukan pemeriksaan dengan gejala dan ronsen dada, jika terbukti hasilnya negatif maka diberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT).
Ketiga, penguatan promosi dan pencegahan: melalui kampanye edukasi, webinar peningkatan kapasitas names dan kader, peringatan hari TBC sedunia dengan menciptakan berbagai inovasi eliminasi TBC, promosi kesehatan, dan peningkatan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan.
Baca juga : Kementerian PU Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny
Lalu, apa lagi?
Pemanfaatan teknologi: Pemanfaatan teknologi informasi untuk mengelola data pasien, memantau perkembangan kasus, dan pengobatan TBC. Kemudian, integrasi data: Mengintegrasikan data dari rumah sakit dan Puskesmas (Pemerintah dan swasta) untuk memantau dan mengevaluasi program penanggulangan TBC. Dan terakhir, penguatan komunitas: Meningkatkan peran komunitas dalam mendukung program eliminasi TBC, termasuk dalam pendampingan pasien dan penyuluhan ke masyarakat. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 16, edisi Kamis, 9 Oktober 2025 dengan judul "Penularan TBC Meningkat, Apa Yang Harus Dilakukan? Aji Muhawarman: Lakukan Pelacakan Terhadap Penderita TBC"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya