Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bencana Alam Hancurkan Fasilitas Pendidikan, Hak Pendidikan Anak Terancam
Satriwan Salim: Segera Dibangun Kelas-kelas Darurat
Kamis, 4 Desember 2025 07:10 WIB
Sebelumnya
Bagaimana pandangan Anda dengan bencana alam di Sumatra dan dampaknya ke sektor pendidikan?
Indonesia kan secara geografis ada potensi yang bisa terjadinya bencana yang benar-benar dari alam. Serta bencana ekologi karena kebijakan-kebijakan yang dibuat. Kami sih berharap Pemerintah sudah punya pemetaan terhadap wilayah mana saja yang sudah terjadi bencana atau berpotensi bencana dan bencananya seperti apa. Setelah pemetaan itu dilakukan, Pemerintah harus punya data di situ.
Data apa saja itu?
Misalnya data terkait sebagai sebuah kebijakan, apa saja yang dilakukan oleh Pemerintah di setiap wilayah di Indonesia ketika terjadi bencana alam. Karena ini bukan kali pertama terjadi. Data-data itu semua seharusnya sudah ada.
Apa saja yang harus dipetakan?
Baca juga : BMKG Bisa Modifikasi Cuaca
Pertama, berapa jumlah sekolah. Saya yakin ribuan sekolah yang terdampak. Untuk itu, yang dibutuhkan kelas-kelas darurat, seperti tenda atau hunian sementara, walaupun kondisinya darurat. Setelah dipetakan wilayah titik-titik mana saja yang terkena bencana. Jangan sampai, titik yang dibuka untuk tenda darurat pembelajaran anak-anak itu adalah tempat yang juga berpotensi terjadinya bencana longsor atau banjir.
Kalau dari anggarannya bagaimana menurut Anda?
Harus ada relokasi anggaran di Kemendikdasmen, di Kementerian Agama, termasuk di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta kementerian/lembaga terkait. Kami berfikirnya, bagaimana anak-anak yang selamat bisa mendapatkan hak-haknya di bidang pendidikan.
Untuk bangunan sekolah, apakah ini harus menjadi prioritas?
Revitalisasi setelah terjadinya bencana seperti bangunan sekolah itu wajib. Tapi itu jangka panjang. Jangka pendeknya adalah, anak-anak tersebut diselamatkan dan diberikan hak pendidikan mereka di tenda-tenda darurat. Bisa juga berkolaborasi dengan mahasiswa-mahasiswa kependidikan. Sehingga mahasiswa tersebut bisa menjadi tenaga pendidikan darurat juga.
Baca juga : Menteri PPN: RI Punya Kans Jadi Jawara Dunia
Selain itu, apalagi?
Nah harus didata juga soal kebutuhan untuk belajarnya. Misalnya alat tulis, papan tulis, buku, baju, sepatu dan tas. Karena semua itu pastinya sudah hanyut. Ini harus segera dilakukan inventarisasi dan selanjutnya didistribusikan.
Lantas, apakah proses pembelajaran bisa berjalan normal atau harus ada kebijakan khusus?
Minggu-minggu ini di berbagai daerah sedang dilakukan asesmen Akhir Semester. Nah ini harus bisa disesuaikan oleh Dinas Pendidikan setempat. Jadi, Kemendikdasmen harus memberikan fleksibilitas atau kelonggaran sehingga anak-anak tidak harus melakukan ujian sekarang ini.
Ada usulan dari Anggota Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih agar dilakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Anda setuju?
Baca juga : Menko Polkam Bawa Salam Rindu Presiden
Pertanyaannya adalah, apakah listrik dan internetnya ada. Apakah gawainya mereka ada. Karena kalau PJJ, utamanya adalah listrik, internet dan gawainya. Saya rasa listrik dan internet juga susah saat ini. Kami pikir itu tidak akan efektif. Orang tuanya boro-boro berfikir PJJ, mereka justru berfikir keselamatan mereka. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 4 Desember 2025 dengan judul "Bencana Alam Hancurkan Fasilitas Pendidikan, Hak Pendidikan Anak Terancam, Abdul Fikri Faqih: Perlu Langkah Darurat Selamatkan Pendidikan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya