Dark/Light Mode

Koalisi Permanen Jadi Rekomendasi Keputusan Rapimnas Golkar

Agus Supriyadi: Silakan Bentuk Koalisi, Tapi Tidak Diatur-atur

Selasa, 23 Desember 2025 07:15 WIB
Agus Supriyadi, Wakil Presiden Partai Buruh. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Agus Supriyadi, Wakil Presiden Partai Buruh. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
Wacana membentuk koalisi permanen kembali mencuat setelah Ketum Golkar menyuarakan kembali.

Apa respons dan tanggapan Anda?

Itulah permintaan partai-partai besar. Mereka ingin membentuk koalisi permanen, padahal ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold kan 0 persen di 2029. Hal itu merupakan keputusan dari Mahkamah Konstitusi.

Apa tanggapan Anda?

Kalau Partai Buruh silakan saja membentuk koalisi permanen, tetapi jangan diatur di dalam UU Pemilu.

Baca juga : Ahmad Doli Kurnia: Ide Dasarnya Agar Pemerintahan Kuat

Kenapa?

Karena kalau masuk dalam UU Pemilu secara otomatis akan menghambat kita untuk menghadirkan capres dan cawapres yang berkualitas.

Ide koalisi permanen ini seolah-olah partai politik harus ada koalisi jika ingin mengusung pasangan capres.

Padahal, dengan putusan MK soal 0 persen itu bisa tidak ada koalisi dan tidak pula ada koalisi.

Partai kecil juga bisa mengusung, ya?

Baca juga : Budaya Tempe Menuju UNESCO

Iya. Partai Buruh bisa mengusung capres sendiri. Misalnya mengusung Purbaya, kan bisa. Dengan perkembangan medsos yang tinggi, partai kecil pun bisa memenangkan pertarungan pemilu tanpa koalisi besar.

Makanya, mereka terus menggembar-gemborkan koalisi permanen untuk menghindari pemenang pemilu dari partai kecil. Artinya mereka bisa terancam.

Kenapa Anda begitu yakin jika capres dari partai kecil bisa memenangkan pemilu?

Contohnya di 2004, siapa yang tahu Partai Demokrat. Tapi, karena perseteruan antara Megawati dengan SBY, akhirnya masyarakat memilih Partai Demokrat dan SBY.

Partai Demokrat sebagai partai baru langsung menang, dan SBY bisa menang pemilu padahal ada lima pasang capres cawapres. Dan peristiwa itu bisa terjadi dan terulang lagi di 2029.

Baca juga : Kapolri: Berikan Pelayanan Terbaik, Waspada Bencana

Tapi, kalau partai besar ini solid membangun koalisi permanen, bagaimana?

Kalau pun mereka menginginkan adanya koalisi permanen, kami menyarankan di putaran kedua capres dan cawapres.

Partai Buruh memandang tidak pas terjadi koalisi permanen di putaran pertama. Karena tidak ada pasangan capres yang menang di putaran pertama. Pasti nanti terjadi putaran kedua. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 23 Desember 2025 dengan judul "Koalisi Permanen Jadi Rekomendasi Keputusan Rapimnas Golkar, Agus Supriyadi: Silakan Bentuk Koalisi, Tapi Tidak Diatur-atur"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.