Dark/Light Mode

Ada Ketidakpastian Dalam Sistem Pendidikan Nasional, Daya Tarik Sekolah Negeri Jangan Sampai Hilang

Satriwan Salim: Tidak Meratanya Sebaran Sekolah

Sabtu, 7 Februari 2026 07:15 WIB
Satriwan Salim, Koordinator Nasional P2G. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Satriwan Salim, Koordinator Nasional P2G. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Apakah benar saat ini orang tua siswa lebih memilih sekolah swasta dibandingkan negeri?

Persoalannya dari dulu masih sama, yaitu terkait dengan tidak meratanya sebaran sekolah di Indonesia, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta.

Tapi, Anggota Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengungkapkan data dari Badan Pusat Statistik bahwa sekolah swasta kini jauh lebih diminati daripada negeri?

Datanya tidak valid jika dipukul rata. Tidak selalu sekolah negeri lebih diminati ketimbang swasta, atau sebaliknya. Ini sifatnya per kasus dan per wilayah. Di Jakarta, Bandung, dan Surabaya, SMA negeri tetap sangat diminati, bahkan tidak mampu menampung tingginya minat orang tua karena keterbatasan bangku dan rombongan belajar (rombel).

Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Tak Ada Parameter Kualitas Sekolah

Menurut Anda, apa faktor yang membuat orang tua akhirnya menjatuhkan pilihan pada sekolah swasta?

Orang tua yang memilih swasta biasanya mencari kurikulum yang lebih berdiferensiasi, lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, fasilitas lengkap, sarana modern, serta layanan guru yang prima. Faktor prestasi, minimnya kasus bullying, dan guru-guru unggul menjadi alasan orang tua rela mengeluarkan uang lebih meskipun biayanya mahal.

Bagaimana dengan masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang tidak tertampung di negeri?

Mereka biasanya terpaksa masuk ke sekolah swasta menengah ke bawah. Di DKI Jakarta, ada solusi berupa skema "PPDB Bersama", di mana anak didistribusikan ke sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemda. Ini adalah solusi yang bisa dijadikan contoh.

Baca juga : DPR Usulkan Pansus Perbatasan

Ada fenomena unik di beberapa daerah di mana SD negeri justru kekurangan murid, kenapa hal itu terjadi?

Itu karena faktor geografis dan demografis. Di Kabupaten Semarang, puluhan SD negeri tidak ada pendaftar karena orang tua menyekolahkan anaknya ke swasta. Sementara di Pasuruan, jumlah SD negeri lebih banyak dibanding calon murid. Jadi, dinamisasi pilihan sekolah sangat bergantung pada wilayah serta konteks demografis daerah tersebut.

Lantas, bagaimana seharusnya Pemerintah menyikapi keberadaan sekolah swasta?

Jumlah sekolah negeri yang terbatas menjadikan keberadaan sekolah swasta sangat penting untuk menampung anak-anak. Tidak sepenuhnya benar bahwa orang tua lebih memilih swasta daripada negeri secara umum, ini sangat bergantung pada ketersediaan layanan dan kebutuhan spesifik orang tua di wilayah masing-masing.

Baca juga : Zulhas: Makanan Dibagi Untuk Dibawa Pulang

Oh ya, mengenai peta jalan pendidikan, sebenarnya seperti apa sih?

Pemerintah sebenarnya sudah memilikinya. Peta jalan tersebut dibuat oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama pada akhir tahun 2024, dan sudah diluncurkan. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 7 Februari 2026 dengan judul "Ada Ketidakpastian Dalam Sistem Pendidikan Nasional, Daya Tarik Sekolah Negeri Jangan Sampai Hilang, Satriwan Salim: Tidak Meratanya Sebaran Sekolah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.