Dark/Light Mode

Aksi Tawuran Masih Marak Terjadi, Apakah Pencegahan Dari Pemprov DKI Jakarta Sudah Efektif?

Justin Adrian Untayana: Cabut Bansos Bagi Seluruh Keluarga Pelaku

Minggu, 12 Juli 2026 07:15 WIB
Justin Adrian Untayana, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI. Foto: IG PRIBADI
Justin Adrian Untayana, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Aksi tawuran di Wilayah DKI Jakarta masih marak terjadi. Terbaru, peristiwa terjadi di Jalan Rawajati Timur Raya, Pancoran, Jakarta Selatan, yang menewaskan seorang remaja berinisial MFR (16), akibat luka senjata tajam pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 04.50 WIB.

Peristiwa ini pun memunculkan pertanyaan, apakah upaya pencegahan dan penanganan tawuran di Jakarta sudah maksimal?

Menyikapi insiden tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta para wali kota mengambil langkah untuk mengurangi aksi tawuran yang masih melibatkan anak-anak di Ibu Kota.

"Saya minta kepada jajaran terkait, terutama wali kota setempat, untuk melakukan pendekatan agar tawuran pelan-pelan bisa kita kurangi," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026).

Pramono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah berupaya mencegah tawuran dengan memperbanyak fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan anak-anak dan remaja. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan aktivitas ke arah yang lebih positif sehingga tidak terlibat tawuran.

Meski demikian, Pramono mengakui aksi tawuran masih terjadi di sejumlah wilayah Jakarta. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota, khususnya para wali kota, melakukan pendekatan kepada masyarakat agar peristiwa serupa tidak terus berulang.

"Tetapi memang masih ada dan saya mendapatkan laporan itu," katanya.

Baca juga : Ida Mahmudah: Seluruh Elemen Harus Terlibat Langsung

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Ida Mahmudah menilai upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi aksi tawuran sudah cukup baik. Ia mencontohkan wilayah tempat tinggalnya di Sunter Jaya, Jakarta Utara, dan Kemayoran, Jakarta Pusat, yang dahulu sering terjadi tawuran, kini mengalami penurunan drastis.

"Saya rasa upaya Pemprov sudah cukup baik. Saya juga sudah mendapat laporan dari Kapolres bahwa angka tawuran sudah berkurang," ungkap Ida Mahmudah kepada Rakyat Merdeka, Jumat (10/7/2026).

Ia juga mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta semakin melibatkan peran RW, RT, hingga Karang Taruna dalam upaya pencegahan tawuran.

"Karang Taruna ini juga mendapat bantuan. Harus bisa membantu Pemprov mencegah jika ada indikasi akan terjadi tawuran," tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Adrian Untayana berpandangan bahwa langkah Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi aksi tawuran belum maksimal. Menurutnya, diperlukan langkah tegas yang dapat menimbulkan efek jera.

"Perlu adanya tindakan tegas dan konsekuensi berat. Seperti pencabutan bansos bagi seluruh keluarga pelaku tawuran sebagai pilar utama perilaku tertib," ujar Justin kepada Rakyat Merdeka, Jumat (10/7/2026).

Untuk mengetahui pandangan Ida Mahmudah mengenai penanganan aksi tawuran anak yang masih marak terjadi di Jakarta, berikut petikan wawancaranya.

Baca juga : DPR: Pengembangan Wisata Jangan Geser Warga Lokal

Bagaimana Anda melihat aksi tawuran anak atau pelajar yang masih terjadi di Jakarta?

Kami semua sudah berusaha semaksimal mungkin mencari cara dan solusi terbaik agar mereka tidak melakukan tawuran.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa pihaknya telah menyediakan fasilitas olahraga untuk kegiatan anak-anak guna mencegah aksi tawuran. Bagaimana tanggapan Anda?

Solusi yang diberikan Gubernur harus ditindaklanjuti oleh para wali kota dengan bekerja sama bersama camat, lurah, dan aparat di wilayah masing-masing.

Selain itu, juga harus berkoordinasi dengan RT dan RW. Sebab, jika persoalan tawuran diserahkan sepenuhnya kepada tingkat Pemprov, tentu tidak akan mampu ditangani secara maksimal. Karena itu, harus ada peran aktif mulai dari tingkat wali kota hingga RT.

Mengapa harus sampai tingkat bawah?

Karena pelaku tawuran memiliki pola tertentu. Dalam beberapa kasus, mereka tidak datang dalam satu rombongan besar, melainkan bertahap, sekitar lima hingga sepuluh orang. Mereka biasanya berkumpul atau nongkrong terlebih dahulu sebelum melakukan tawuran.

Baca juga : Menkes Target 37 Ribu Kasus Kusta Ditemukan

Oleh sebab itu, diperlukan peran aktif pengurus RT dan RW apabila ada anak-anak dari wilayah lain yang berkumpul di lingkungannya sehingga potensi tawuran dapat diantisipasi.

Anda yakin cara tersebut akan efektif?

Iya. Memang seluruh elemen harus terlibat dalam pencegahan tawuran di Jakarta, termasuk teman-teman Karang Taruna di tingkat RW. Apalagi setiap bulan Karang Taruna menerima bantuan.

Saya berharap mereka juga berperan aktif menjaga wilayahnya agar tidak terjadi tawuran. Biasanya, pelaku melakukan tawuran di wilayah lain, bukan di lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Karena itu, diperlukan koordinasi lintas RT, RW, hingga lurah agar dapat segera berkoordinasi apabila ditemukan sekelompok anak dari wilayah lain yang berkumpul dan berpotensi melakukan tawuran. Dengan begitu, aksi tersebut bisa dicegah.

Bagaimana agar memberikan efek jera kepada pelaku tawuran?

Bisa diawali dengan teguran dari RT, RW, hingga kelurahan. Setelah itu, orang tua pelaku diberi tahu agar ikut melakukan pembinaan. Jika sudah diberi peringatan tetapi tetap mengulangi perbuatannya, maka perlu diambil kebijakan yang lebih tegas disertai sanksi. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Minggu, 12 Juli 2026 dengan judul "Aksi Tawuran Masih Marak Terjadi, Apakah Pencegahan Dari Pemprov DKI Jakarta Sudah Efektif? Justin Adrian Untayana:"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.