Dark/Light Mode

Mall Dan Perkantoran Bangun Pagar Tinggi, Pramono Nilai Berlebihan

Mujiyono: Pengelola Berhak Lindungi Aset Dan Pengunjungnya

Rabu, 5 Agustus 2026 07:10 WIB
Mujiyono, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Demokrat. Foto: IG PRIBADI
Mujiyono, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Demokrat. Foto: IG PRIBADI

RM.id  Rakyat Merdeka - Fenomena pemasangan pagar besi tinggi di sejumlah mal dan gedung perkantoran di Jakarta menjadi sorotan publik. Kemunculan pagar tersebut memicu beragam spekulasi mengenai alasan di balik pemasangannya.

Foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan pagar besi tinggi di antaranya Mal Kota Kasablanka, kawasan Menara BNI Pejompongan, dan Mal Pakuwon Bekasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai pagar yang dipasang secara berlebihan justru membangun kesan bahwa Jakarta sedang tidak aman.

"Saya mengikuti dengan saksama adanya pemasangan pagar di beberapa tempat yang kemudian menjadi sangat tinggi. Secara pribadi, sebagai Gubernur Jakarta, tentunya saya tetap berkeinginan agar Jakarta aman dan nyaman," kata Pramono di Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

Pramono menyebut para pelaku usaha, pengelola mal, pemilik properti, hingga perkantoran tidak perlu memasang pagar secara berlebihan. Sebab, kondisi tersebut justru dapat memunculkan persepsi negatif terhadap Jakarta.

Baca juga : Qodari: Birokrasi Pemerintah Semakin Modern Dan Efisien

"Saya akan segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu," ujarnya.

Pramono menegaskan jangan sampai keberadaan pagar-pagar tinggi membentuk citra bahwa Jakarta sedang dalam kondisi tidak aman. Menurut dia, situasi Jakarta saat ini tetap kondusif.

"Sebagai Gubernur Jakarta, saya terus melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum di berbagai sektor. Saya meyakini bahwa Jakarta aman-aman saja," ujarnya.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyatakan pemasangan pagar di pusat perbelanjaan, termasuk di Jakarta, dilakukan untuk menciptakan ketertiban umum.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan pemasangan pagar bukan merupakan kebijakan baru, melainkan langkah yang telah lama diterapkan di sejumlah pusat perbelanjaan.

Baca juga : Senayan Senang Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

"Jika sekarang ada beberapa pusat perbelanjaan yang baru mulai memasang pagar, hal itu lebih dikarenakan untuk kepentingan ketertiban saja," katanya, dikutip dari Antara, Jumat (31/7/2026).

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Demokrat Mujiyono menilai pengelola gedung ingin mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan terhadap aset maupun keselamatan pengunjung. Menurut dia, kekhawatiran itu dapat dipahami sebagai bentuk kehati-hatian.

"Namun, jangan sampai langkah antisipasi justru memunculkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat," ujar Mujiyono kepada Rakyat Merdeka, Selasa (4/8/2026).

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) August Hamonangan mengungkapkan fenomena pemasangan pagar tinggi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.

Menurut dia, masyarakat mempertanyakan apakah ada masalah sosial yang perlu diantisipasi.

Baca juga : Imigrasi Perketat Cek Paspor Dan Pemeriksaan Keberangkatan

"Ini merupakan pertanyaan yang perlu dijawab secepat mungkin secara memuaskan oleh Pemprov DKI Jakarta," ungkap August Hamonangan.

Untuk mengetahui pandangan Mujiyono mengenai pemasangan pagar tinggi di sejumlah gedung di Jakarta, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.