Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Perluas Ekosistem Kendaraan Listrik
Insentif EV Cuma Untuk Baterai Berbasis Nikel
Rabu, 5 Agustus 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan skema insentif kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri baterai berbasis nikel di dalam negeri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, insentif ke depan akan difokuskan pada kendaraan listrik yang menggunakan baterai Nickel Manganese Cobalt (NMC).
“Ini salah satu strategi Pemerintah untuk memperluas pasar kendaraan listrik berbasis nikel,” kata Bahlil di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Bahlil menjelaskan, kendaraan listrik dengan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) belum menjadi prioritas karena Indonesia tidak memiliki bahan baku utama untuk memproduksi baterai tersebut.
Baca juga : Pram Yakin Pemprov Bisa Melunasi Utang
Sebaliknya, Pemerintah tengah membangun ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel, sehingga arah pengembangan industri akan disesuaikan dengan keunggulan sumber daya alam nasional.
Menurut Bahlil, baterai berbasis nikel juga memiliki keunggulan untuk penggunaan jarak jauh dibandingkan baterai LFP.
“LFP biasanya untuk jarak-jarak pendek. Kalau jarak panjang itu nikel masih lebih paten,” ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Pemerintah tengah menyiapkan insentif kendaraan listrik yang ditargetkan mencakup 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik pada 2026.
Baca juga : Tanpa Rodri, City Bakal Suram
Untuk sepeda motor listrik disiapkan bantuan Rp 5 juta per unit. Sementara, mobil listrik akan memperoleh insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40-100 persen.
Skema tersebut hanya berlaku bagi kendaraan listrik murni dan tidak mencakup kendaraan hibrida.
Besaran insentif akan mempertimbangkan jenis baterai yang digunakan, baterai berbasis nikel maupun nonnikel.
Pemerintah masih mematangkan rancangan kebijakan sebelum mengumumkan bentuk dan waktu implementasinya.
Baca juga : Maverick Vinales Ogah Ditendang Ke Superbike
Penguatan ekosistem kendaraan listrik juga didukung peluang investasi yang besar.
Direktur Strategi dan Tata Kelola Hilirisasi Kementerian Hilirisasi dan Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ahmad Faisal Suralaga mengatakan, Indonesia membuka peluang investasi pengembangan ekosistem manufaktur baterai nasional senilai 121 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.178 triliun (kurs Rp 18.000 per dolar AS).
Menurut Ahmad, Indonesia memiliki empat dari enam bahan baku utama pembuatan baterai kendaraan listrik. Yakni nikel, bauksit, mangan, dan tembaga. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 5 Agustus 2026 dengan judul "Pemerintah Perluas Ekosistem Kendaraan Listrik Insentif EV Cuma Untuk Baterai Berbasis Nikel"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya