Dark/Light Mode

Pemerintah Akan Rombak Total Buku Pelajaran SD Sampai SMA, Perlukah?

Hetifah Sjaifudian: Setuju, Karena Isinya Tak Sesuai Usia Anak

Minggu, 16 Agustus 2026 07:10 WIB
Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR. Foto: IG PRIBADI
Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Bagaimana pandangan Anda mengenai rencana pembaruan buku ajar dari SD hingga SMA?

Kita lihat mana yang paling bermasalah. Misalnya, secara kontennya kurang bisa dipertahankan atau tidak sesuai dengan usia anak. Kemudian, juga tidak sesuai dengan kondisi perubahan zaman.

Apa contohnya?

Misalnya, sekarang penggunaan dan lain-lain mungkin terlalu jadul isinya. Memang harus dilakukan pembaruan. Tetapi sekarang kita juga sudah bisa menggunakan, seperti, ada papan interaktif digital. Kan berarti sebenarnya tidak harus bukunya dicetak juga, kan. Bisa berupa buku digital, digunakan langsung, cepat begitu.

Baca juga : Backlog Rumah Di Era Prabowo Turun 350 Ribu

Pemerintah beralasan mengganti buku ajar karena hurufnya perlu diperbesar?

Diperbesar hurufnya, it's okay. Tapi bukan berarti nanti menjadi proyek pengadaan buku. Bukan itu.

Berarti harus sesuai kebutuhannya juga, ya, Bu?

Iya, sesuai kebutuhan, bertahap. Bertahap mana yang memang paling bermasalah diganti. Misalnya, tadi isinya sudah tidak relevan. Atau salah, harus diperbaiki. Itu tidak apa-apa. Dan juga tadi kembali bahwa kita pun, anak-anak sekarang sudah terbiasa belajar dengan menggunakan basis digital.

Baca juga : Bangun Desa Untuk Pemerataan Ekonomi

Jadi jangan berpikir langsung, ini semua buku berarti akan ada proyek pencetakan buku. Apalagi kalau terburu-buru, nanti belum tentu isi penggantinya lebih baik. Itu harus ada tim yang betul-betul expert menilai dan sekaligus membuat konten yang barunya.

Tapi ada beberapa alasan, misalnya untuk mengganti buku baru ini karena tulisannya terlalu kecil. Bagaimana menurut Anda? Apakah logis?

Jadi betul-betul dilihat, tidak semuanya. Karena banyak juga sekarang buku-buku yang cukup bagus. Kita lihat mana persisnya yang harus diganti dulu. Yang menjadi keluhan terutama mungkin untuk anak-anak usia dini atau SD, kelas-kelas awal, begitu, ya.

Jadi kalau memang betul ditemukan dan saya percaya itu akan berpengaruh, tentu tidak masalah. Kita selalu juga kok melakukan perbaikan begitu. Tapi prinsip-prinsipnya lagi. Jangan terus diterjemahkan, oh berarti semua buku langsung diganti. Apalagi kalau harus orang tua membayar, ya. Itu kan sesuatu yang akan memberatkan.

Baca juga : Pidato Prabowo Bangun Kepercayaan Diri Nasional

Bagaimana teknisnya?

Nanti teknisnya akan dibahas ketika rapat. Mungkin kita akan tanyakan kepada Pemerintah apa teknisnya. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Minggu, 16 Agustus 2026 dengan judul "Pemerintah Akan Rombak Total Buku Pelajaran SD Sampai SMA, Perlukah? Hetifah Sjaifudian: Setuju, Karena Isinya Tak Sesuai Usia Anak"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.