Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wow, Mahasiswa UNDIP Ciptakan Inovasi dalam Atasi Speech Delay
Minggu, 15 Oktober 2023 20:58 WIB
Kemajuan teknologi selalu memberikan peluang kepada generasi muda untuk memberikan dampak positif pada masyarakat. Sebuah tim mahasiswa dari Universitas Diponegoro (UNDIP) telah menunjukkan komitmen mereka dengan menciptakan produk inovatif yang membantu anak-anak yang mengalami gangguan bicara, terutama di wilayah Semarang. Produk ini tidak hanya merupakan inovasi yang canggih, tetapi juga telah mendapatkan dukungan untuk mengurangi jumlah kasus gangguan bicara di Indonesia.
Inisiatif ini merupakan bagian dari Pendanaan Kemendikbudristek dalam Lomba Pekan Kreativitas Mahasiswa di bidang Kewirausahaan. Tim EDU SPD telah memberikan pendekatan baru dalam pengembangan buku audiobook yang mencakup sejarah relief candi dengan cara yang revolusioner. Audiobook EDU SPD tidak hanya menggabungkan teknologi audio, tetapi juga mengintegrasikan realitas virtual melalui fitur augmented reality yang dapat diakses melalui aplikasi khusus.
Baca juga : Mahasiswa UI Nanya Petugas Partai Apa Bukan, Ganjar Bilang Begini
Dalam aplikasi yang mereka kembangkan, pengguna dapat menikmati berbagai fitur yang menggabungkan interaksi, pembelajaran, dan hiburan. Terdapat artikel berita, kuis pendidikan, catatan jurnaling, audiobook yang cocok untuk anak-anak, dan berbagai cerita menarik. Fitur-fitur ini dirancang untuk membantu anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara dalam pengembangan mereka secara lebih efektif dan menyenangkan, baik di rumah maupun di sekolah bersama orang tua dan guru.
EDU SPD telah menerima persetujuan dari dokter spesialis Kedokteran fisik dan rehabilitasi sebagai alat bantu bagi orang tua yang memiliki anak-anak dengan gangguan bicara. Produk ini juga telah direkomendasikan oleh yayasan dan lembaga di Semarang untuk digunakan sebagai sumber daya di sekolah dasar. EDU SPD dapat mendukung pendidikan anak-anak dengan kebutuhan khusus dan memastikan bahwa produk ini memenuhi standar medis dan pendidikan.
Ketua Tim Bintang Amanda dari Fakultas Ilmu Budaya Undip, mengungkapkan visi tim mereka ingin menciptakan sesuatu yang lebih dari sekadar produk teknologi. Mereka ingin membantu anak-anak dengan gangguan bicara merasa termotivasi dan didukung dalam proses pembelajaran melalui kisah relief candi. Dengan menggabungkan audio dan augmented reality, mereka yakin anak-anak akan menemukan pembelajaran yang lebih menarik.
Baca juga : 1.359 Mahasiswa Baru UNDIRA Ikuti Pembukaan Kuliah Secara Hybrid
Produk buku audiobook EDU SPD saat ini sudah diuji dan mendapatkan respons yang cukup baik di masyarakat. Tim EDU SPD berharap bahwa produk ini akan membantu anak-anak, terutama di Semarang, mengatasi kendala bicara, meningkatkan keterampilan literasi, dan mencapai masa depan yang lebih cerah.
Heri Gunawan
Duta Kampus SDGs Indonesia 2022/2024
Duta Kampus SDGs Indonesia 2022/2024
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya