Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ikuti PEKERTI Dosen, Bamsoet Kembali Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan
Sabtu, 18 Mei 2024 23:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Dosen Pascasarjana Universitas Borobudur Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong agar kualitas pendidikan di Indonesia terus ditingkatkan. Baik melalui perbaikan kurikulum ataupun peningkatan kapabilitas pengajar atau guru. Dengan begitu, bisa melahirkan generasi Indonesia yang cerdas berkarakter, dan memiliki ketangguhan serta kecekatan dalam menghadapi perubahan zaman yang dinamis.
"Perlu peningkatan kualitas tenaga pengajar di Indonesia dengan mengadakan berbagai program bimbingan teknis (Bimtek) bagi para pengajar di tiap satuan pendidikan. Sehingga para pengajar bisa mendapatkan lisensi atau sertifikasi mengajar dan menerapkan tata ajar sesuai kurikulum serta menghasilkan generasi muda dan peserta didik yang berkualitas," ujar Bamsoet, usai mengikuti Ujian Pelatihan Peningkatan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) Dosen, di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta, Sabtu (18/5).
Baca juga : Tekan MoU, Unas Gandeng Pemprov Kaltim Tingkatkan Pendidikan dan Praktik
Ketua DPR ke-20 ini mengikuti PEKERTI Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka selama enam hari, 13-18 Mei 2024. PEKERTI diselenggarakan sebagai pemenuhan persyaratan sertifikasi pendidik untuk dosen (Guru Besar) di Indonesia.
"Banyak hal baru yang saya dapatkan setelah mengikuti PEKERTI. Antara lain, kemampuan untuk meningkatkan mutu aktivitas instruksional dalam proses pembelajaran, peserta dapat rencana pembelajaran semester (RPS) untuk mata kuliah yang diasuh sesuai capaian pembelajaran program studi dan peserta dapat mengembangkan bahan ajar," kata Bamsoet.
Baca juga : Bamsoet Dorong Peningkatan Prestasi Robotika Indonesia
Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Unpad ini juga mendorong Kemdikbudristek agar memetakan seluruh permasalahan yang ada saat ini di sektor pendidikan. Mulai dari permasalahan tenaga pengajar, seperti polemik guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja/PPPK, kurangnya tenaga pengajar di wilayah terluar, terdepan, tertinggal atau 3T, mutu dan kualitas pendidikan yang belum merata serta berbagai persoalan lainnya.
"Diharapkan dengan adanya pemetaan yang baik bisa ditemukan solusi terbaik untuk mengatasi berbagai masalah pendidikan di Indonesia. Termasuk peningkatan kualitas tenaga pengajar, guna mewujudkan pendidikan dengan peningkatan kualitas dari masa ke masa," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya