Dark/Light Mode

Menteri UMKM Ajak Investor Garap Potensi Besar Pertumbuhan Startup Lokal

Selasa, 10 Desember 2024 19:14 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mendukung pengembangan ekosistem startup yang inklusif dan berdaya saing. (Foto: Dok. Kementerian UMKM)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mendukung pengembangan ekosistem startup yang inklusif dan berdaya saing. (Foto: Dok. Kementerian UMKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendukung pengembangan ekosistem startup yang inklusif dan berdaya saing.

Indonesia kini tercatat sebagai negara dengan jumlah startup terbesar keenam di dunia. Dari 2.324 startup pada tahun 2022, jumlah ini meningkat menjadi 2.558 pada 2023, atau tumbuh sebesar 9,15 persen.

“Angka ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem digital global,” jelas Maman dalam acara Startup Investment Forum di Jakarta, Selasa (10/12/2024).

Ia mengatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan strategis yang diberikan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian UMKM yang telah mengambil berbagai langkah konkret untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan startup.

Baca juga : Menteri BUMN dan PNM Kolaborasi BPOM, Dukung Percepatan Pertumbuhan UMKM

Sejumlah kebijakan yang mendukung di antaranya skema pendanaan tahap awal, insentif pajak, hingga pembangunan infrastruktur. Seperti pusat inovasi dan co-working space, semua inisiatif tersebut bertujuan membantu startup melewati fase kritis pengembangan produk dan pasar.

Startup adalah motor penggerak penting bagi transformasi ekonomi digital Indonesia.

Untuk itu, Kementerian UMKM terus berkomitmen menghadirkan program-program yang tidak hanya memberikan akses pendanaan, tetapi juga mendukung kolaborasi strategis lintas sektor.

Maman juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi startup Indonesia, khususnya dalam akses pembiayaan.

Baca juga : Kementerian PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur Dasar Pemindahan ASN Ke IKN

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2022, sebesar 55,43 persen kebutuhan pembiayaan kewirausahaan di Indonesia, setara dengan Rp 1.519 triliun, belum dapat terpenuhi oleh lembaga perbankan.

“Kesenjangan ini adalah tantangan yang harus diatasi bersama. Forum seperti Startup Investment Forum memainkan peran penting dalam mempertemukan para investor dengan startup potensial, membuka ruang kolaborasi, dan menciptakan solusi bagi kebutuhan pendanaan yang selama ini menjadi hambatan utama,” kata Maman.

Ia menyebut, program Entrepreneur Financial Fiesta (EFF) yang sudah berjalan dari tahun 2020. Saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 3.860 wirausaha, dengan 646 di antaranya berhasil mendapatkan pendanaan senilai Rp 201,9 miliar.

EFF juga telah bekerja sama dengan IDX Incubator melalui Program Road to IPO 2024, memberikan peluang kepada startup untuk melantai di bursa saham.

Baca juga : PKB Ajak Masyarakat Bersatu Perangi Judi Online

“Ini adalah langkah besar untuk memastikan keberlanjutan ekosistem startup kita,” katanya.

Maman juga mengajak para investor untuk semakin percaya pada potensi besar startup Indonesia.

“Jangan ragu untuk berinvestasi pada generasi muda kita. Mereka adalah inovator masa depan yang mampu menciptakan solusi disruptif yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

EFF telah bekerja sama dengan 74 lembaga keuangan, termasuk 51 venture capitaldan 11 perbankan, yang berhasil menjangkau 3.860 wirausaha selama 2022-2024. Sebanyak 646 di antaranya telah memperoleh pendanaan senilai Rp 201,9 miliar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.