Dark/Light Mode

Kandidat Profesor UBP Karawang Temukan Inovasi AI Dorong Energi Ramah Lingkungan

Kamis, 17 April 2025 17:28 WIB
April Lia Hananto, Akademisi UBP Karawang (Foto: Dok. Pribadi)
April Lia Hananto, Akademisi UBP Karawang (Foto: Dok. Pribadi)

Sebuah terobosan teknologi datang dari Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang. Kandidat profesor UBP April Lia Hananto sukses memimpin tim peneliti dari berbagai negara dan berhasil mengungkap penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam sektor energi.

Akademisi dari Fakultas Ilmu Komputer UBP Karawang ini memimpin kolaborasi ilmiah lintas negara. Tim ilmuwan terdiri dari peneliti Indonesia, Uni Emirat Arab, Malaysia, Liberia, Nigeria, dan Afrika Selatan. Bersama tim, April meneliti potensi AI dan Butanol Hijau untuk mesin diesel. Hasil penelitian mereka membawa harapan baru untuk keberlanjutan energi dan pelestarian lingkungan.

Butanol Hijau merupakan salah satu jenis biofuel yang ramah lingkungan. Penggunaannya menjanjikan efisiensi tinggi dan emisi lebih rendah. Tim yang dipimpin April Lia Hananto ingin mengetahui dampaknya jika dicampur dengan bahan bakar diesel. Mereka menggunakan pendekatan eksperimental dan teknologi prediktif terkini.

Teknologi yang digunakan adalah Elman Neural Networks dan Cascade Neural Networks. Keduanya merupakan model jaringan saraf tiruan yang canggih. Model ini membantu dalam memprediksi parameter penting seperti konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang.

April menjelaskan, metode prediksi menggunakan teknik Conjugate Gradient Polak-Ribière Restarts. Teknik ini mendukung keakuratan dalam memproses data eksperimen. Hasil prediksi meliputi kandungan karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), dan nitrogen oksida (NOx).

Penelitian mereka pun telah mendapatkan pengakuan dari komunitas ilmiah global dan telah dimuat dalam jurnal bereputasi internasional. Jurnal dimaksud adalah Results in Engineering, yang masuk dalam kategori Scopus Q1. Kategori jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian yang menunjukkan kualitas tertinggi.

Baca juga : Prinsip Keberlanjutan, LPKR Kembangkan Proyek Dengan Material Ramah Lingkungan

Kesuksesan dari penelitian ini mengharapkan temuan mereka memberi kontribusi besar bagi masyarakat. Terutama dalam pengembangan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

April Lia Hananto memaparkan, tujuan utama penelitian mereka adalah mengeksplorasi pengaruh Butanol Hijau terhadap mesin diesel. Tim meneliti performa mesin dan emisi gas buang yang dihasilkan. Adapun data dikumpulkan dari parameter penting seperti BSFC, BTE, dan temperatur gas buang.

BSFC atau Brake Specific Fuel Consumption menunjukkan efisiensi bahan bakar. BTE atau Brake Thermal Efficiency menunjukkan efisiensi termal mesin. Menurut mereka, kedua parameter tersebut sangat penting dalam menilai kinerja bahan bakar alternatif.

Hasilnya menunjukkan bahwa campuran butanol dengan solar memberikan manfaat nyata. Campuran tersebut meningkatkan efisiensi dan menurunkan temperatur gas buang. Ini berarti pembakaran terjadi lebih sempurna dan lebih bersih.

Berikut beberapa temuan kunci dalam penelitian ini:

1. Peningkatan Efisiensi Mesin

Baca juga : Airlangga: Sektor Energi Diminati Investor Rusia

Campuran butanol dalam solar mampu meningkatkan efisiensi termal mesin. Efisiensi bahan bakar juga menunjukkan perbaikan. Artinya, penggunaan butanol dapat menghemat bahan bakar dan memperpanjang umur mesin.

2. Penurunan Emisi Karbon Monoksida

Emisi CO berkurang secara signifikan dengan penambahan butanol. Proses pembakaran menjadi lebih bersih. Temperatur gas buang juga lebih rendah, menunjukkan efisiensi termal meningkat.

3. Tantangan Emisi Hidrokarbon

Penggunaan butanol meningkatkan emisi HC dan kepekatan asap. Hal ini menunjukkan adanya sisa bahan bakar yang tidak terbakar sempurna. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menyempurnakan proses pembakaran.

4. Akurasi Model Prediktif Tinggi

Baca juga : Tiba Di Tanah Air, Prabowo Bawa Komitmen Investasi & Kerja sama Strategis

Model Cascade Neural Networks sangat akurat dalam memprediksi parameter mesin. Ini membantu para peneliti memahami dampak bahan bakar alternatif secara mendalam. Teknik prediksi ini juga mempercepat pengembangan teknologi baru.

Ke depan, membuka ruang untuk penelitian lanjutan yang diperluas ke teknologi mesin lainnya. Salah satu contohnya adalah mesin HCCI atau Homogeneous Charge Compression Ignition. Mesin ini dikenal ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan bahan bakar.

Selain itu, tim peneliti juga mendorong pengembangan struktur jaringan yang lebih kompleks. Teknik pra-pemrosesan data yang berbeda juga dapat meningkatkan akurasi model. Dengan dukungan teknologi, pengembangan biofuel bisa semakin optimal.

Penelitian yang sekaligus memberikan kontribusi besar dalam dunia energi berkelanjutan. Butanol Hijau terbukti menjanjikan sebagai bahan bakar alternatif. Dengan teknologi AI, potensi biofuel dapat dimaksimalkan secara efisien.

Selanjutnya, penggunaan butanol dalam diesel mampu memberi banyak keuntungan. Selain meningkatkan efisiensi, juga mengurangi beberapa emisi berbahaya. Penelitian ini sekaligus membuktikan kehadiran kecerdasan buatan AI membantu para ilmuwan memetakan masa depan energi bersih. 

I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya
I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya
Pegiat sosial, akademisi dan pemerhati pendidikan

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.