Dark/Light Mode

Mahasiswa KKN FP UB Ajari Literasi Dasar Pertanian Ke Siswa SDN Wonokitri

Senin, 28 Juli 2025 22:21 WIB
Sosialisasi ke SDN Wonokitri tentang literasi dasar pertanian (Foto: Dok. Pribadi, 2025)
Sosialisasi ke SDN Wonokitri tentang literasi dasar pertanian (Foto: Dok. Pribadi, 2025)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) menggelar program kerja edukatif bertajuk “Literasi Dasar Pertanian untuk Generasi Muda” di SDN Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan pemahaman dasar pertanian sejak dini kepada siswa sekolah dasar yang tinggal di wilayah agraris Pegunungan Tengger.

Program literasi ini dilaksanakan selama dua hari, 22 dan 24 Juli 2025, dan melibatkan melibatkan siswa SDN Wonokitri kelas 4A. 4B dan 5A. Pemilihan program ini dilatarbelakangi oleh kondisi geografis Desa Wonokitri yang merupakan daerah pertanian pegunungan dengan potensi agrikultur yang besar, namun masih terbatas dalam akses pendidikan pertanian sejak usia dini.

Mahasiswa KKN melihat pentingnya mengenalkan konsep dasar pertanian kepada siswa sekolah dasar agar mereka tidak hanya tumbuh sebagai generasi penerus petani, tetapi juga sebagai generasi yang melek ilmu, inovatif, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan lima materi utama pertanian yang dikemas secara interaktif dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Baca juga : Keren, Mahasiswa IPB Ajari Petani Prediksi Cuaca Sendiri

Materi pertama yang diberikan adalah klasifikasi buah berdasarkan proses pematangan. Siswa dikenalkan perbedaan antara buah klimaterik (yang bisa matang setelah dipanen, seperti pisang dan mangga) dan buah non-klimaterik (yang harus matang di pohon, seperti stroberi dan anggur).

Materi kedua membahas komoditas pertanian unggulan, khususnya tanaman yang sering dibudidayakan di wilayah pegunungan seperti kentang, wortel, dan kol. Siswa diajak mengenal bentuk, manfaat, serta pentingnya menjaga kualitas hasil panen.

Dalam materi ketiga, siswa dikenalkan dengan jenis-jenis hama tanaman yang umum dijumpai, seperti ulat daun dan wereng. Mahasiswa juga menjelaskan cara penanganan sederhana menggunakan bahan alami, seperti larutan bawang putih atau air sabun.

Baca juga : Mahasiswa LPSR Bekasi Gelar Program Pengembangan Masyarakat SAPA LANSIA

Materi keempat memperkenalkan media tanam alternatif non-tanah, seperti hidrogel, sekam bakar, dan sabut kelapa. Siswa juga diajak melihat langsung contoh media tanam dan menanam bibit sayuran menggunakan media tersebut.

Terakhir, materi kelima menyoroti pentingnya teknik konservasi lahan, dengan memperkenalkan metode mulsa dan terasering. Melalui simulasi sederhana, siswa memahami bagaimana dua teknik ini berperan dalam menjaga kesuburan tanah di lahan miring dan mengurangi erosi.

Salah satu penanggung jawab program kerja yaitu Chiara Fausta Fika, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pendekatan edukatif KKN FP UB agar pertanian menjadi topik yang membumi dan menarik bagi generasi muda. “Kami ingin menanamkan rasa cinta terhadap pertanian sejak dini. Harapannya, anak-anak tidak hanya mengenal pertanian sebagai pekerjaan orang tua, tapi juga sebagai ilmu yang bisa dipelajari dan dikembangkan,” ungkap Chiara.

Baca juga : Pakar: Koperasi Desa Merah Putih Sejalan Dengan Semangat Ekonomi Rakyat

Kepala SDN Wonokitri, Salis Samsul Ma’arif, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas pelaksanaan kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi program dari adik-adik mahasiswa KKN UB. Ini pengalaman baru bagi siswa kami, terutama dalam hal pertanian yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan, bahkan jadi bagian dari pembelajaran rutin di sekolah,” ucap Salis.

Dengan pendekatan edukatif yang menyenangkan, program kerja mahasiswa KKN FP UB ini tidak hanya menambah wawasan siswa SDN Wonokitri, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap pertanian dan lingkungan. Mahasiswa berharap, melalui pengenalan konsep dasar pertanian sejak dini, siswa dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kecintaan terhadap alam, serta kesadaran akan pentingnya pertanian dalam kehidupan sehari-hari. Ke depannya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah dasar lainnya, khususnya di daerah pedesaan, untuk memasukkan muatan lokal pertanian dalam proses belajar mengajar secara berkelanjutan.

Mohamad Badrul Anam Arrokhim
Mohamad Badrul Anam Arrokhim
Mahasiswa KKN Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.