Dark/Light Mode

UNNES GIAT 12 Edukasi Warga Gumukrejo Lewat PUPUKITA: Pupuk Organik Buatan Kita

Rabu, 13 Agustus 2025 21:23 WIB
Dokumentasi kegiatan PUPUKITA di Bale Warga Dukuh Ngledok, Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali (Foto: Dok. Pribadi)
Dokumentasi kegiatan PUPUKITA di Bale Warga Dukuh Ngledok, Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali (Foto: Dok. Pribadi)

Untuk mengurangi limbah organik sekaligus meningkatkan kesuburan lahan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) GIAT 12 NGOPENI JATENG mengadakan kegiatan PUPUKITA: Pupuk Organik Buatan Kita di Bale Warga Dukuh Ngledok, Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini diselenggarakan Pusat Pengembangan KKN LPPM UNNES, Mahasiswa GIAT 12 Desa Gumukrejo bekerja sama dengan Ibu-Ibu PKK Dukuh Ngledok.

Pengelolaan limbah organik rumah tangga menjadi solusi cerdas bagi desa untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian. Hal ini sejalan dengan semangat NGOPENI JATENG yang mengajak masyarakat untuk merawat lingkungan, memanfaatkan sumber daya lokal, dan menjaga keberlanjutan hidup di desa.

Baca juga : MMI Edukasi Masyarakat Terkait Pemilihan Popok yang Tepat Untuk Buah Hati

Desa Gumukrejo yang mayoritas warganya memiliki lahan pekarangan, kebun, maupun sawah, memiliki potensi besar untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos berkualitas. Namun, banyak warga yang masih mengandalkan pupuk kimia karena belum memahami proses pembuatan pupuk organik yang praktis dan murah.

Baca juga : Ingat Nih, Menhub Tak Segan Berikan Sanksi

Program PUPUKITA hadir untuk menjawab tantangan tersebut. Kegiatan diawali dengan sosialisasi materi mengenai pupuk kompos mulai dari pengertian, cara pembuatan, cara penggunaan, hingga manfaatnya. Selanjutnya, dilakukan demonstrasi pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana seperti tanah, ranting atau daun kering, sampah organik, gula, larutan EM4, dan air cucian beras sebagai alternatif EM4.

Sebanyak 24 ibu-ibu PKK mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka berpartisipasi langsung dalam proses pencampuran bahan hingga tahap fermentasi awal. “Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tetapi bisa terus dilanjutkan oleh warga secara mandiri. Mengolah limbah menjadi kompos bukan hanya bermanfaat untuk tanaman, tapi juga menjaga desa kita tetap bersih dan hijau,” ujar Calista, penanggung jawab kegiatan.

Baca juga : Tuan Guru Sahabat Ganjar Edukasi Warga Sumut Cara Bersuci Dari Hadas

Kegiatan PUPUKITA diharapkan mampu mendorong warga untuk memproduksi pupuk kompos secara mandiri di rumah, mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke lingkungan, serta meningkatkan kesuburan lahan pertanian. Kesadaran ini akan mendukung ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, dan kelestarian lingkungan, sehingga desa dapat berkembang secara berkelanjutan. 

“Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa”

Septiani Ummi Lif’atin Nasiha
Septiani Ummi Lif’atin Nasiha
Mahasiswa UNNES GIAT 12 Desa Gumukrejo

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.