Dark/Light Mode

Kemendiktisaintek Dorong Fisika Kuantum Masuk Kurikulum Nasional

Selasa, 14 Oktober 2025 20:05 WIB
Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains Teknologi Kemendiktisaintek, Yudi Darma (kiri). (Foto: Istimewa)
Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains Teknologi Kemendiktisaintek, Yudi Darma (kiri). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains Teknologi (Minat Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof. Yudi Darma, mendorong agar dasar-dasar fisika kuantum diintegrasikan ke dalam kurikulum nasional. Langkah ini diyakini bisa mempercepat upaya Indonesia menuju negara maju.

Menurut Yudi, integrasi fisika kuantum dalam pendidikan sudah lebih dulu dilakukan oleh sejumlah negara maju di dunia, bahkan mulai dari tingkat SMA.

“Langkah ini terbukti efektif untuk menumbuhkan minat dan kesiapan siswa menghadapi era teknologi kuantum,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Selasa (14/10/2025).

Baca juga : KMI 2025 Dorong Musik Religi, Pilar Spiritual-Budaya Industri Musik Nasional

Yudi berharap, hal serupa juga bisa diterapkan di Indonesia, agar siswa yang tertarik pada bidang fisika kuantum bisa mempelajarinya sejak dini.

“Nah, soal kemungkinan integrasi fisika kuantum dalam kurikulum nasional tentu jadi kebijakan Kemendikdasmen. Tapi kami terus mendorong ke arah sana,” ucapnya, dalam acara KopiSains ‘The Spirit of Quantum’ di Tulum Coffee, Jakarta Selatan, Jumat (10/10/2025).

Ia menambahkan, meski kurikulum formal belum mengadopsi fisika kuantum, banyak sekolah di Indonesia mulai berinovasi lewat kegiatan ekstrakurikuler dan co-curricular di bidang fisika dan robotika. “Itu langkah bagus karena menunjukkan semangat sekolah-sekolah kita untuk maju,” katanya.

Baca juga : Kemenag Dorong Wakaf Uang Jadi Gaya Hidup Masyarakat

Guru Besar Fisika Material Institut Teknologi Bandung (ITB) itu juga menyebut sering menerima siswa SMA tingkat akhir yang mengerjakan tugas seputar dunia fisika. “Itu menunjukkan minat pelajar terhadap fisika cukup tinggi. Fenomena kuantum sudah dipelajari, meski belum masuk kurikulum resmi,” ujarnya.

Sementara itu, Guru Besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Prof. Andriyan Bayu Suksmono, menilai Indonesia bisa meniru langkah negara maju seperti China, yang sudah mengajarkan modul fisika kuantum di tingkat SMA.

“China berpikir jauh ke depan. Mereka sadar revolusi kuantum pasti datang, jadi disiapkan sejak sekarang. Itu langkah yang patut kita contoh,” tutup Andriyan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.