Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemprov DKI Segera Revitalisasi dan Dorong Digitalisasi 153 Pasar Tradisional
Selasa, 16 September 2025 20:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan revitalisasi dan digitalisasi di seluruh pasar tradisional yang ada di Ibu Kota untuk meningkatkan kenyamanan konsumen dan efisiensi transaksi para pedagang, serta menghapus kesan kumuh dan kotor yang selama ini melekat pada beberapa pasar.
“Beberapa hari yang lalu kebetulan kami rapat khusus tentang pasar. Salah satu hal yang perlu dilakukan perbaikan memang harus diakui dari 153 pasar yang dimiliki oleh Jakarta, belum semuanya direvitalisasi,” ujar Pramono di kawasan Jakarta Timur, Selasa (16/9/2025).
Lebih lanjut, Pramono menyampaikan bahwa pasar-pasar yang telah mengalami proses revitalisasi dan digitalisasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal transaksi, khususnya transaksi digital.
Baca juga : Pengamat: Program SPHP Sukses Stabilisasi Harga Beras Di Pasar
Beberapa pasar yang telah merasakan manfaat digitalisasi antara lain Pasar Santa dan Pasar Mayestik.
“Seperti pasar Santa, Mayestik dan sebagainya, kemarin kita lombakan dari 12 pasar itu meningkat 47%,” tambah Pramono.
Melihat hasil positif tersebut, Pemprov DKI memutuskan untuk memperluas digitalisasi ke seluruh pasar yang belum tersentuh, sekaligus melakukan renovasi fisik untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih dan nyaman.
Baca juga : Pemprov DKI dan KAI Siap Uji Coba Pelican Crossing di Stasiun Cikini
“Maka untuk itu saya sudah memutuskan bagi pasar-pasar yang belum dilakukan digitalisasi akan kami lakukan, sekaligus kita akan melakukan renovasi,” jelasnya.
Pramono juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan pertemuan dengan koperasi pedagang pasar yang turut memberikan masukan dalam program revitalisasi ini.
"Tetapi mereka juga meminta agar fasos fasum yang ada di pasar tidak digunakan oleh pasar jaya untuk berjualan. Dan itu sudah saya setujui, maka renovasi akan segera kami lakukan,” tutup Pramono.
Baca juga : Jaga Ruang Digital Dari Hoaks Dan Konten Negatif
Sebelumnya, Ketua Umum Pusat Koperasi Pedagang Pasar (Puskoppas) DKI Jakarta, Gusnal, menyebut 60 dari 153 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya dalam keadaan kumuh dan rawan banjir.
Ia mengatakan pasar-pasar tersebut menjadi tak terawat dan kosong lantaran pedagang tidak sanggup membayar biaya pengelolaan pasar secara nontunai dan efisien atau Sistem Manajemen Kas (Cash Management System/CMS).
Sejumlah pasar kumuh tersebut di antaranya Pasar Sukapura, Pasar Lontar, Pasar Sindang, dan Pasar Rawabadak (Jakarta Utara). Pasar Pulogadung, Pasar Rawamangun, Pasar Ampera, Pasar Ciplak dan Pasar Kampung Ambon (Jakarta Timur).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya