Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dari Laut ke Piring: Mikroplastik dalam Rantai Makanan Kita
Minggu, 19 Oktober 2025 22:03 WIB
Pada Minggu, 29 Juni 2025, Bidang Riset dan Keilmuan Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Padjadjaran (Unpad) DP XLVI menggelar program kerja “Suara Alam” Chapter 2. Kegiatan ini mengangkat topik mikroplastik, mulai dari pengertian, sumber, hingga langkah-langkah menguranginya.
Pembahasan
Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil, umumnya berdiameter kurang dari 5 milimeter. Berdasarkan sumbernya, mikroplastik terbagi dua: primary microplastic dan secondary microplastic.
Primary microplastic berasal dari produk berukuran mikro sejak awal, seperti microbeads pada pasta gigi dan krim, serta microfiber pada bahan tekstil. Sementara secondary microplastic berasal dari plastik berukuran besar yang terurai akibat proses fisik dan kimia seperti fotodegradasi, oksidasi, atau hidrolisis.
Baca juga : Ada Kurir Sabu Ditangkap, Pelni Minta Pengawasan Diperketat
Selama proses pencucian pakaian, microfiber yang terlepas bisa mencapai 124–308 miligram per kilogram kain, atau sekitar 640.000–1.500.000 serat mikro. Serat-serat ini berpotensi besar mencemari ekosistem akuatik melalui air limbah rumah tangga.
Kegiatan domestik lain juga dapat menyebabkan pelepasan mikroplastik ke perairan, salah satunya di Sungai Citarum yang diketahui sangat tercemar. Fragmen mikroplastik di sungai ini diduga berasal dari plastik sehari-hari yang dibuang masyarakat sekitar.
Mikroplastik juga ditemukan di laut dan telah masuk ke tubuh berbagai organisme laut. Awalnya, partikel mikroplastik yang masuk ke laut membentuk biofilm (lapisan mikroorganisme) di permukaannya, membuatnya mudah dimakan oleh hewan kecil seperti zooplankton dan bivalvia. Hewan-hewan kecil ini kemudian dimakan ikan, kepiting, dan predator lain, menyebabkan perpindahan mikroplastik melalui rantai makanan (trophic transfer).
Akumulasi mikroplastik dalam tubuh hewan laut dapat memicu stres, gangguan fisiologis, bahkan kematian. Dampak berantai ini pada akhirnya juga mengancam keamanan pangan manusia.
Baca juga : Dirut Pertamina Apresiasi Kinerja dan Semangat Perwira Saka
Tanpa disadari, manusia mengonsumsi mikroplastik setiap hari melalui makanan dan minuman. Di Inggris, konsumsi kerang hijau bisa menyebabkan seseorang menelan sekitar 123 partikel mikroplastik per tahun. Garam dapur mengandung 37–1.000 partikel per tahun, sedangkan konsumsi shellfish di Eropa dapat mencapai 11.000 partikel per tahun. Dalam satu porsi makanan laut seberat 225 gram, terdapat sekitar 7 mikrogram mikroplastik.
Minuman juga menjadi sumber paparan. White wine di Italia dilaporkan mengandung 2.563–5.857 partikel per liter, sedangkan berbagai minuman ringan di Meksiko seperti soda, energy drink, dan teh mengandung 11–40 partikel per liter. Mikroplastik yang masuk ke tubuh dapat berpindah ke paru-paru, usus, hati, hingga otak, dan berpotensi mengganggu sistem saraf, hormon, pernapasan, metabolisme, dan reproduksi.
Sebagai mahasiswa biologi, penting untuk terus melakukan riset, mengedukasi masyarakat melalui media sosial atau kegiatan kampus, serta berpartisipasi dalam aksi bersih lingkungan. Bagi masyarakat umum, langkah sederhana seperti mendaur ulang, mengurangi konsumsi berlebihan, memilih bahan alami, dan menyaring air cucian juga dapat membantu mengurangi pencemaran mikroplastik.
Penutupan
Baca juga : Garuda Gagal ke Piala Dunia, Erick Minta Maaf
Masalah mikroplastik bukan hal sepele. Dari laut hingga ke meja makan, partikel kecil ini terus menyusup ke rantai makanan, mengancam ekosistem dan kesehatan manusia. Fakta bahwa jutaan serat mikro dapat terlepas hanya dari mencuci pakaian menunjukkan betapa dekatnya ancaman ini dalam kehidupan sehari-hari.
Memahami sumber dan bahaya mikroplastik adalah langkah awal penting. Dengan pengetahuan itu, masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan plastik, mendukung daur ulang, dan menjaga lingkungan agar rantai makanan tetap aman dan berkelanjutan.
Referensi:
Dinda Chintya Putri, Mochamad Wally Ikhsanul Hanif, Nadhifa Nihlatunnajwa, dan Samudra Nashwan Zaydan. “Dari Laut ke Piring: Mikroplastik dalam Rantai Makanan Kita”
Himpunan Mahasiswa Biologi Unpad (Himbio)
Himpunan Mahasiswa Biologi Unpad
Himpunan Mahasiswa Biologi Unpad
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya