Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemendikdasmen Di Bawah Abdul Muti, Membaca 1 Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih
Selasa, 21 Oktober 2025 09:03 WIB
Sebelumnya
Gaya Kepemimpinan yang Menenangkan dan Kredibel
Selain kinerja substantif, gaya kepemimpinan Abdul Mu’ti juga menjadi faktor penting di balik tingginya kepuasan publik. Ia dikenal tenang, komunikatif, dan tidak sensasional, tetapi selalu menyampaikan hal-hal esensial dengan bahasa yang mudah dicerna masyarakat.
Unggahannya di Instagram, yang sering kali berisi refleksi pendek, narasi kebijakan, dan pesan moral, menjadi contoh bagaimana seorang pejabat publik bisa hadir di ruang digital tanpa kehilangan kedalaman.
Tidak heran jika banyak masyarakat menilai bahwa Kemdikdasmen kini terasa “lebih dekat” dan “lebih mendengar”. Kedekatan komunikatif ini menjadi faktor pembeda dibanding kementerian lain yang kadang terasa jauh dari publik.
Baca juga : Survei SPIN: Kinerja Zulhas Paling Moncer Di Kabinet Merah Putih
Di era keterbukaan informasi, kemampuan untuk membangun kepercayaan digital menjadi aset politik dan sosial yang signifikan. Abdul Mu’ti tampaknya memahami hal ini betul.
Dalam praktiknya, Kemendikdasmen juga memperlihatkan pola kolaborasi lintas kementerian yang strategis. Kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam penyelarasan pendidikan keagamaan dan umum menjadi contoh baik.
Begitu pula sinergi dengan Kemendiktisaintek untuk memastikan kesinambungan antara pendidikan dasar, menengah, hingga tinggi. Kolaborasi ini mencerminkan orientasi pemerintahan yang ingin menghapus ego sektoral dan membangun ekosistem pendidikan nasional yang saling melengkapi.
Tantangan: Kualitas Guru dan Transformasi
Baca juga : Kemenhan Serahkan 17,4 Juta Obat untuk 2.000 Kopdes Merah Putih
Meski capaian Kemdikdasmen patut diapresiasi, tantangan besar tetap menanti. Dua isu paling krusial adalah peningkatan kompetensi guru dan transformasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Guru masih menjadi tulang punggung pendidikan nasional, dan tanpa penguatan kapasitas pedagogi serta digital, upaya reformasi kurikulum akan berhenti di atas kertas.
Karena itu, keberlanjutan program pelatihan guru, peningkatan kesejahteraan, serta pemberian ruang inovasi di kelas harus menjadi prioritas lanjutan.
Selain itu, proses transformasi kurikulum perlu memastikan keseimbangan antara soft skills dan hard skills, antara nilai kebangsaan dan kesiapan global. Ini bukan perkara mudah, tetapi dengan basis filosofi yang kuat, arah tersebut memiliki landasan moral dan empiris yang jelas.
Baca juga : Makan Bergizi Gratis Melalui Koperasi Merah Putih
Jika satu tahun pertama Pemerintahan Prabowo ingin dinilai berdasarkan kementerian yang benar-benar memberi harapan konkret bagi masa depan, maka Kemendikdasmen di bawah Abdul Mu’ti layak disebut sebagai salah satu contoh sukses kepemimpinan transformasional yang berkarakter.
Kinerjanya tidak hanya diukur lewat survei, tapi juga lewat rasa percaya publik bahwa pendidikan dasar dan menengah Indonesia kini berada di tangan yang tepat.
Penulis adalah Pemerhati Kebijakan Pendidikan dan Alumnus Doktor Jurusan Education Leadership and Management, Southwest University China, Nabila Ghassani.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya