Dark/Light Mode

UHN Resmikan SUSTAINABILITAS, Pusat Riset dan Aksi Keberlanjutan Multisektor

Selasa, 27 Januari 2026 19:55 WIB
Foto: UHN
Foto: UHN

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Harkat Negeri (UHN) resmi meluncurkan SUSTAINABILITAS, Center of Sustainability Studies, sebagai pusat riset dan penggerak strategis lintas sektor untuk menjawab krisis keberlanjutan Indonesia, dari perubahan iklim hingga tata kelola sumber daya alam.

Peresmian dilakukan oleh Rektor UHN Sudirman Said bersama Direktur SUSTAINABILITAS William Sabandar, serta Satya Tripathi, Secretary General Global Alliance for a Sustainable Planet sekaligus mantan Assistant Secretary-General PBB, dan disaksikan para praktisi serta ahli keberlanjutan.

SUSTAINABILITAS dihadirkan sebagai jenama dan terminologi baru yang membawa semangat pembaruan dalam menjawab tantangan keberlanjutan.

Pusat studi ini dirancang untuk memperkuat keterhubungan antara pengetahuan dan riset dengan proses perumusan kebijakan, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor agar implementasi keberlanjutan berjalan nyata dan terukur.

Dalam sambutannya, Sudirman Said menegaskan bahwa pendirian SUSTAINABILITAS merupakan respons atas krisis keberlanjutan yang semakin nyata, seperti banjir, kekeringan, kebakaran hutan, hingga kenaikan permukaan air laut.

Baca juga : PLN Resmikan SPKLU Cilandak, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Jakarta

“Ini adalah momen menempa besi saat panas. Krisis yang kita hadapi memanggil semua pihak untuk terlibat. Target Indonesia menuju Net Zero Emissions (NZE) 2030 dan 2060 menjadi salah satu milestone penting lembaga ini,” ujar Sudirman.

Ia menilai isu keberlanjutan kerap terjebak dalam narasi “menara gading” yang jauh dari realitas, sehingga dampaknya tidak terasa langsung oleh masyarakat.

Karena itu, SUSTAINABILITAS dirancang sebagai wadah kolaborasi para ahli dan profesional dengan kredensial kuat untuk menjalankan program keberlanjutan berbasis tata kelola yang baik dan kepemimpinan beretika.

“Visi kami menjadikan SUSTAINABILITAS sebagai penggerak strategis sekaligus simpul integrasi berbagai program keberlanjutan,” kata Sudirman.

Direktur SUSTAINABILITAS William Sabandar menambahkan, lembaga ini hadir di tengah masa transisi keberlanjutan Indonesia dengan menjembatani kesenjangan sumber daya manusia dan kapasitas penggerak keberlanjutan.

Baca juga : Sabet Peringkat Emas ASRRAT 2025, Peruri Komit Laporan Keberlanjutan Kelas Internasional

“Inilah paradoks keberlanjutan Indonesia. Kita kaya akan aset alam—hutan, mangrove, laut, keanekaragaman hayati, mineral kritis, hingga energi terbarukan—namun kekurangan sumber daya paling menentukan, yaitu keahlian manusia,” jelas William.

Menurutnya, SUSTAINABILITAS fokus pada pembentukan kepemimpinan, penguatan kompetensi kebijakan, dan mendorong aksi nyata yang benar-benar berjalan di lapangan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, William menggarisbawahi tiga pilar utama. Pertama, kepemimpinan berintegritas dengan prinsip “the singer, not the song”—pemimpin harus memiliki nilai, ketajaman analitis, serta kemampuan eksekusi.

Kedua, kebijakan sebagai DNA keberlanjutan yang mencakup standar pasar yang jelas, insentif cerdas, transparansi, serta penegakan kepatuhan. Ketiga, aksi nyata yang mampu menjembatani aktivisme dan investasi.

Peluncuran SUSTAINABILITAS juga dirangkaikan dengan diskusi panel yang menghadirkan sejumlah tokoh dan praktisi keberlanjutan, antara lain Nirarta Samadhi (Country Director WRI Indonesia), Agus P. Sari (CEO Landscape Indonesia), Atika Rahmania (Kepala Bappeda DKI Jakarta), M. Syahrial (Presiden Direktur PT Tamaris Hydro), Marco Kusumawijaya (Center for Coastal Urban Studies UHN), Amin Subekti (praktisi manajemen), serta Andhyta F. Utami (CEO Think Policy).

Baca juga : Harita Nickel Tumbuh Konsisten, Perkuat Komitmen Keberlanjutan Global

SUSTAINABILITAS berada di bawah naungan Universitas Harkat Negeri yang berlokasi di Tegal. Kota tersebut dirancang sebagai living lab bagi implementasi berbagai program keberlanjutan yang diharapkan dapat direplikasi di kota-kota lain di Indonesia.

Ke depan, SUSTAINABILITAS akan dikembangkan menjadi school of sustainability yang terbuka untuk kolaborasi riset, perumusan kebijakan, program kepemimpinan dan pelatihan, hingga penciptaan lapangan kerja di bidang keberlanjutan.

“Kami berharap SUSTAINABILITAS mampu berperan lebih luas dalam menjawab tantangan keberlanjutan, baik di tingkat nasional maupun global, melalui kolaborasi yang inklusif dan berdampak,” pungkas Sudirman Said.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.