Dark/Light Mode

3 Peran Universitas dalam Bencana

Sabtu, 24 Januari 2026 19:20 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada 24 Januari 2026, program studi Magister Administrasi Rumah Sakit Sekolah Pasca Sarjana Universitas YARSI menyelenggarakan Seminar Nasional “Hospital Risk Management in Disaster”.

Para pembicara datang dari dalam dan luar negeri. Di dalam negeri ada pembicara dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Pakar Bencana Kebumian, Pakar Perumahsakitan dan juga pimpinan rumah sakit di Aceh serta relawan-relawan yang kerja di lapangan di daerah bencana Sumatera sekarang ini.

Dalam sambutan pembukaan, saya sampaikan tiga peran Universitas kalau terjadi suatu bencana.

 

Prof. Tjandra Yoga Aditama saat memberikan materi di Seminar Nasional di Jakarta, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Dok. Pribadi)

Baca juga : Rumah Sakit dan Bencana Banjir

 

Pertama langsung membantu, Universitas YARSI mengirimkan tim kesehatan ke Sumatera dengan melakukan pengumpulan sumbangan yang daerah bencana dan juga membantu langsung mahasiswa yang terdampak bencana.

Kedua, ketika bencana masih berlangsung maka menyampaikan berbagai masukan berdasar analisa ilmiah yang dipublikasikan di media. Kumpulan masukan ini kemudian sudah di kemas dalam bentuk buku yang diluncurkan pada seminar ini.

Ketiga, seminar ini sendiri merupakan kajian ilmiah mendalam tentang apa yang sudah terjadi, “lesson learn” yang dapat kita pelajari serta bagaimana membuat rumah sakit dan pelayanan kesehatan menjadi lebih baik menghadapi bencana di masa datang.

Baca juga : Riset Kesehatan Dan Tambahan Anggaran Riset Oleh Presiden

Semua ini tercakup dalam lima bahasan tentang bencana dan kesehatan dalam seminar ini.

Pertama tentang kebijakan nasional dan tata kelola mitigasi bencana di sektor kesehatan. Kedua peran data, informasi dan “early warning system" dan ketiga tentang standar, regulasi dan kesiapsiagaan rumah sakit.

Keempat adalah bagaimana implementasi “Hospital Disaster Plan (HDP)”, “Bussines Continuity Plan  (BCP)” serta “Hospital flood emergency response plan (HERP)”. Kelima tentang penguatan kapasitas SDM dan budaya siaga bencana di rumah sakit.

Kelima hal di atas kemudian dipadukan dengan presentasi pengalaman langsung di lapangan sejak Desember 2025 dan Januari 2026 ini.

Baca juga : Super Flu Di Tahun Baru

Dapat juga disampaikan bahwa seminar ini dilakukan analisa penggunaan karbon oleh peserta dan pelaksanaan seminar, untuk kemudian dikompensasikan sehingga menjadi Seminar yang berpredikat “Carbon Net Zero".

Oleh Prof. Tjandra Yoga Aditama

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.