Dark/Light Mode

Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Jumat, 8 Mei 2026 22:16 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti (Foto: Dok. Kemendikdasmen)
Mendikdasmen Abdul Muti (Foto: Dok. Kemendikdasmen)

Di suatu daerah yang lenggang aktivitas penduduk, riuhnya barangkali tak seperti di kota besar. Geliat ekonomi, sosial sampai pendidikannya, cenderung bergerak tak secepat kota lain yang jauh lebih padat. Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T) misalnya yang masih nampak di antara lintang gugusan geografis Nusantara, menjadi potret yang masih muncul. Pekerjaan rumah seperti perbaikan akses, perluasan kesempatan, sampai aksentualisasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) di daerah 3T menjadi hal yang semestinya harus digenjot.

Pemerintah sebagai penanggung jawab persoalan bangsa dan negara, perlu terus meramu kebijakan pemerataan kehidupan bangsanya. Hal-hal mengenai pemenuhan hajat hidup bangsa negara Indonesia, yang dicapai lewat implementasi kebijakan yang tepat serta kompatibel perlu serius digarap dengan optimal. Sebaliknya, jika setiap kebijakan justru mengecualikan kebutuhan pemerataan sumber daya manusia yang kian maju dan berkualitas, konstruksinya sudah bisa dipastikan cenderung materialistis dan romansa belaka.

Gerbang Pendidikan Bermutu

Dalam konstitusi, mencerdaskan kehidupan bangsa yang termaktub sebagai tujuan didirikannya negara Indonesia mencerminkan betul bagaimana pendidikan yang baik merupakan pondasi yang kokoh. Tugas pemerataan pendidikan utamanya di daerah 3T, dimana pendidikan masih mengalami keterbelakangan menekankan pentingnya atensi kebijakan yang berfokus pada daerah 3T (Faruqi Tutukansa & Dwi Tuffahati, 2022). 

Pendidikan merupakan gerbang mempersiapkan mutu SDM di Indonesia. Pemerataannya sudah seharusnya menjadi pilar utama pembangunan nasional. Apalagi karena merupakan negara kepulauan dengan bentangan wilayah luas, tantangan pemerataan pendidikan utamanya di daerah 3T perlu menjawab masalah seperti rendahnya pelayanan dan kualitas serta sulitnya aksesibilitas sarana dan prasarana. Dari sini, urgensi pengoptimalan pendidikan pada daerah 3T tentu menjadi hal yang sangat relevan (Aidho Faruqi, dkk; 2022).

Baca juga : BRN Tekankan Perbaikan Gizi Ibu Hamil untuk Tekan Stunting

Menyematkan pendidikan pada upaya membangun SDM berkualitas di daerah 3T Indonesia tentu bukan menjadi hal yang berlebih. Fokus alokasi implementasi kebijakan yang berorientasi pada akselerasi daerah 3T seminimal mungkin mampu menjawab tantangan akan pemerataan ini. Bermuara pada usaha memperluas layanan dan kesempatan pendidikan yang kian sama inilah, manifestasi kehadiran negara melalui ragam kebijakan nantinya mampu merekonstruksi kehidupan warga negaranya secara komprehensif agar terwujudnya kehidupan yang adil dan semakin sejahtera.

Beberapa Program Prioritas Pendidikan  

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai lembaga yang bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan di Indonesia pun terus bergerak melakukan pemerataan ini. Berbagai program prioritas pendidikan, yang berfokus pelaksanaannya di daerah 3T dilakukan sebagai upaya nyata pemerintah menciptakan pemerataan penyelenggaraan pendidikan. Dilandasi visi utama 'Pendidikan Bermutu Untuk Semua', capaian implementasi yang telah menjangkau banyak daerah 3T di Indonesia semakin menguatkan catatan yang terus positif. Setiap catatan ini, selain menjadi kabar menggembirakan yang mengisi peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) pada 2 mei lalu, melihatnya sebagai sebuah satu konsep bangunan utuh kebijakan yang strategis tentu menarik untuk didalami.

Beberapa program prioritas seperti Revitalisasi Sekolah, Program Indonesia Pintar (PIP), Progam Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem), Aneka Tunjangan Guru, Peningkatan Kompetensi Guru sampai Digitalisasi Pembelajaran yang terfokus pada daerah 3T menginisiasi betul pemerataan pendidikan kian terwujud secara maksimal. 

Dilihat dari sebaran jenis programnya, titik beratnya ialah menciptakan ekosistem yang semakin baik secara utuh. Tidak hanya berfokus pada sekolah sebagai ruang pendidikan, kompetisi guru sebagai pengajar, perluasan kesempatan beasiswa dan relevansi pembelajaran yang semakin adaptif lewat teknologi juga menjadi satu paradigma pemerataan. (BKHM Kemendiksmen ; 2025)

Baca juga : KPK Pastikan Penyidikan dan Penyitaan Kasus Dugaan Suap PN Depok Sesuai Hukum

Tak bisa dimungkiri, seiring berkembangnya zaman, seperti revolusi industri dimana pemanfaatan teknologi dan Artificial Intelligence (AI) semakin melekat di kehidupan kita yang didalamnya termasuk pendidikan, memprioritaskan pembangunan pada daerah 3T adalah jalan yang kian mendesak. Jika hal ini tidak dijadikan prioritas, kesenjangan pendidikan di wilayah ini pun kian akan melebar, membuat daerah 3T semakin tertinggal. Melalui hadirnya program pemerataan inilah, pupukan harapan atas terdapatnya pendidikan yang semakin layak dan berkelanjutan bisa terus diraih (Veri Mei Hafnizal, dkk ; 2025).

Catatan Pemerataan Pendidikan

Capaiannya pun hadir dengan angka yang strategis, selama tahun 2025, angka 1,38 triliun dana revitalisasi sekolah di 62 kabupaten daerah 3T yang tersebar ke berbagai daerah kian jamak mentransformasi wajah ruang pendidikan kita. Misalnya perbaikan seperti ruang kelas dan pembangunan laboratorium di SMK Negeri 1 Seram Bagian Barat (Maluku) serta SMK Negeri 1 Ampana Tete (Sulawesi Tengah), revitalisasi sekolah yang dilakukan membuka jalan pendidikan yang berlangsung semakin optimal dan berdampak nyata. Selain itu, dalam hal transformasi digital, sebanyak 288.865 satuan pendidikan telah menerima perangkat digital (papan interaktif digital, laptop, dan media penyimpanan) dengan persentase capaian realisasi mencapai 100%. Capaian ini tentu semakin menunjukkan sejauh mana komitmen kemendikdaasmen dalam melangsungkan jaminan pendidikan bermutu untuk semua. (BKHM Kemendiksmen ; 2026)

Capaian lain juga nampak pada realisasi PIP yang menjangkau 19 juta peserta didik penerima manfaatnya. Bahkan secara presentase, angka ini mampu menembus 102% dari total keseluruhan target penerima yang pada tahun 2025 berjumlah 18,5 juta penerima. Di daerah 3T tersendiri, PIP tersalurkan ke 62 wilayah kabupaten menjangkau mulai dari provinsi Lampung sampai ujung Papua, angka capaian yang tersalurkannya pun lebih dari Rp 600 miliar. Tak hanya sampai disini, kedepan, dalam rangka menguatkan wajib belajar 13 tahun Kemendikdasmen, mulai tahun 2026, PIP juga diperluas cakupan penerimanya bagi siswa TK/PAUD. Perluasan bantuan beasiswa pendidikan menengah juga telah dilakukan guna mewujudkan pemerataan pendidikan jenjang SMK/SMA yang menyasar siswa dari Orang Asal Papua (OAP), Daerah Khusus dan Anak Pekerjaan Migran Indonesia. Di tahun 2025, jumlah komulatif sasaran penerima siswa barunya menjadi 1800, naik dari tahun sebelumnya yang berjumlah 1500 siswa. (BKHM Kemendiksmen ; 2026)

Sebagai sebuah kebijakan publik, hal ini tentu menunjukkan konsistensi antara wacana dan praksis bagaimana negara menempatkan visi besar pendidikan bermutu untuk semua menjadi kian nyata. Dalam konteks yang lebih luas, sektor pendidikan yang merupakan asta cita ke-4 kepemimpinan presiden Prabowo yang menjadi pakem perbaikan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia juga terus dikuatkan dan dipertebal kedudukannya. Yang membuka harapan betul adalah, di tengah jamaknya kegaduhan yang muncul di publik, kehidupan yang seolah kian kusut, hadirnya kebijakan yang berkonsentrasi pada sektor pendidikan ini mampu berdampak pada hadirnya keterbaikan proses berbangsa dan bernegara.

Baca juga : Mendikdasmen Tekankan Tujuan Pendidikan: Mencerdaskan-Membentuk Karakter Bangsa

Survei kepuasan publik pada kinerja Kementrian dan lembaga negara juga memberikan indikasi yang kian positif, terbaru dalam setahun terakhir saja Kemendikdasmen masuk dalam urutan 10 besar kinerja terbaik. Di kalangan anak muda, kemendikdaasmen yang digawangi Abdul Muti masuk urutan ketiga, di survei nasional Q1 yang dilakukan oleh muda bicara ini, pandangan publik tentang Kementrian mana yang memberikan sumbangsih kinerja terbaik baik dalam aspek sosialisasi dan komunikasi massa, dampaknya yang nyata di masyarakat, responsif pada isu nasional sampai kecepatan dalam mengambil keputusan. Masuknya kemendikdaasmen ini makin menguatkan bagaimana perspektif publik pada kerja kerja yang telah dilakukan. Yang patut juga digaris bawahi adalah, capaian yang ada tentunya berkat kerjasama berbagai pihak juga yang terlibat didalamnya.

Di versi lain, riset yang dilakukan indostrategi yang dimuat media pada 30 April lalu juga menunjukkan hal yang serupa, malah dalam riset ini, kemendikdaasmen berada pada urutan pertama di 10 kementerian dengan kinerja terbaik. Menteri-menteri ini mendapat nilai tinggi berkat kejelasan arah kebijakan, kemampuan tata kelola yang efisien, dan gaya kepemimpinan yang dianggap responsif dan komunikatif,” kata Direktur Riset IndoStrategi, Ali Noer Zaman, dalam pemaparannya di Jakarta, Rabu, 30 April 2025.

Beberapa parameter yang melandasi hasil riset ini ada pada efektifitas kebijakan, kualitas tata kelola dan kepemimpinan para menteri. Melihat hasil yang ada, hadirnya penyelenggaraan pendidikan yang semakin baik tentu kian optimis. Yang menjadi pekerjaan selanjutnya adalah bagaimana memastikan indikasi indikasi yang ada baik dari survei dan riset ini mampu terus konsisten secara berkelanjutan. Bahkan kedepan, inovasi yang semakin strategis tentu layak menjadi hal yang dikerjakan pelaksanaannya. Tak boleh berpuas diri, komitmen mewujudkan pendidikan yang bermutu adalah jalan panjang yang tak boleh berhenti kapanpun.

Di tengah kehidupan yang kian tak menentu, nasib masyarakat, bangsa dan negara yang gemuruh akan kekhawatiran akibat dampak global, konsentrasi perbaikan pendidikan, khususnya di daerah 3T tentu membawa sambungan nafas yang kian hidup bagi generasi muda anak bangsa. Mereka kini mampu menggapai mimpinya melalui akses pendidikan yang tidak hanya layak, penuh daya dukung dan sarat akan kegembiraan. Pendidikan yang barangkali merupakan hal mahal yang mereka dapati, kini mampu membuka tidak hanya cakrawala ilmu pengetahuan tapi juga kesempatan nan begitu luas guna membangun kehidupan yang jauh lebih baik. 

Kita tentu berharap, upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua ini perlu terus dikawal keberlangsungannya. Kedepan, setiap kebijakan yang ada dan berdampak pada masyarakat semoga terus berjalan sebagaimana mestinya. Perbaikan demi perbaikan juga semoga menjadi langkah yang juga tak luput untuk dilakukan. Semoga, mewujudkan pemerataan pendidikan bermutu untuk semua menjadi kian nyata di seluruh pelosok negeri tercinta. 

Muhamad Ikhwan A. A
Muhamad Ikhwan A. A
Manajer Progam Al Wasath Institute

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.