Dark/Light Mode

Kepercayaan, Melampaui Kurs

Selasa, 28 Juli 2026 06:06 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Setiap kali terjadi pergantian pimpinan Bank Indonesia, perhatian publik hampir selalu tertuju pada satu pertanyaan: bagaimana nasib rupiah? Apakah kursnya akan melemah? Apakah suku bunga akan berubah?

Pertanyaan itu wajar. Namun sesungguhnya ada sesuatu yang tak kalah penting daripada pergerakan angka di pasar, yakni kepercayaan.

Kepercayaan memang tidak terlihat, tetapi dampaknya sangat nyata. Orang menitipkan uang di bank karena percaya uang itu aman. Pedagang berani menambah stok karena percaya pembeli akan datang. Pengusaha menanamkan modal karena percaya aturan tidak berubah di tengah jalan. Ekonomi, sesungguhnya, banyak bergerak oleh keyakinan.

Karena itu, kekuatan sebuah bank sentral bukan hanya cadangan devisa atau kewenangan menetapkan suku bunga. Kekuatan utamanya adalah kredibilitas: keyakinan publik bahwa setiap keputusan diambil secara profesional, konsisten, dan berpijak pada kepentingan jangka panjang bangsa. Bukan kepentingan yang lain.

Baca juga : Prestasi Bukan Tameng

Di sinilah pergantian seorang gubernur Bank Indonesia seharusnya dilihat dengan kepala dingin. Yang paling penting bukan siapa yang pergi atau siapa yang datang.

Yang sedang diuji, apakah masyarakat dan pelaku pasar serta investor tetap percaya bahwa institusi ini akan berjalan dengan standar yang sama: independen, kuat, berintegritas, tidak mudah digoyang, kredibel, dan dapat dipercaya.

Bank Indonesia juga bukan sekadar siapa yang memimpin. Tapi juga kompetensi. Siapa pun yang duduk di kursi gubernur, harus dipercaya pasar internasional dan mampu berkomunikasi dengan jelas. Karena, pendapatnya ibarat “fatwa ekonomi”.

Gubernur juga harus berani berprinsip, bahkan berbeda pendapat secara profesional kalau dibutuhkan. Dia juga harus memahami geopolitik ekonomi dengan sangat fasih. Bukan hanya teori moneter.

Baca juga : Buka-bukaan Atau Harmoni?

Siapa pun orangnya, kompetensi tersebut sangat penting. Selain, tentu saja, bisa menghadirkan kepastian. Sebab, ekonomi membutuhkan kepastian sebagaimana manusia membutuhkan harapan.

Indonesia pernah melewati ujian yang jauh lebih berat. Krisis, gejolak global, hingga pandemi mengajarkan satu hal penting: daya tahan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya, tetapi juga oleh kredibilitas dan kuatnya institusi yang dimilikinya.

Karena itu, momen saat ini tidak perlu dilihat sebagai alasan untuk cemas. Momen ini justru bisa menghadirkan peluang dan kesempatan untuk memperkuat kepercayaan publik bahwa institusi negara mampu berdiri lebih kuat dan lebih lama daripada siapa pun yang sedang memimpinnya.

Sosok pemimpin boleh berganti. Dia datang dan pergi. Itu adalah keniscayaan. Namun kredibilitas lembaga harus tetap terjaga.

Baca juga : Mencari “Orang-orang Nekat”

Sebab, nilai rupiah bukan hanya ditopang oleh cadangan devisa atau kebijakan moneter, melainkan juga oleh sesuatu yang lebih sederhana sekaligus lebih kuat: kepercayaan bahwa negara ini memiliki institusi yang bekerja dengan baik.Untuk masa depan bersama. Untuk Rakyat, dengan R besar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.