Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mojtaba Khamenei: Iran Tak Akan Tunduk Pada Tuntutan Berlebihan AS
Jumat, 19 Juni 2026 10:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mendukung kesepakatan Amerika Serikat (AS)-Iran yang telah ditandatangani Presiden Donald Trump di Versailles, Prancis dan Presiden Masoud Pezeshkian di Iran pada Rabu (17/6/2026). Meski sejatinya, Mojtaba Khamenei memiliki pandangan yang berbeda.
"Pada prinsipnya, saya memiliki pandangan yang berbeda. Namun, berdasarkan komitmen yang disampaikan Presiden yang terhormat—selaku Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi—kepada saya, baik atas nama dirinya sendiri maupun para anggota dewan lainnya, mengenai perlindungan hak-hak bangsa Iran dan Front Perlawanan, serta penerimaan secara tegas atas tanggung jawab tersebut, saya memberikan izin saya," ungkap Mojtaba Khamenei dalam pesan resmi yang dipublikasikan melalui akun X @MKhamenei_ir, Jumat (19/6/2026).
"Jika Amerika berupaya mengajukan tuntutan yang berlebihan, kami tidak akan tunduk," tegasnya.
Baca juga : Jahanbakhsh Ingin Iran Tebar Pesan Perdamaian di Piala Dunia 2026
Mojtaba Khamenei berharap, komitmen dan syarat-syarat yang telah disepakati dalam perjanjian tersebut dapat segera terealisasi.
"Perundingan tatap muka yang akan berlangsung di masa datang, tidak berarti kami menerima posisi atau sikap pihak musuh," tandasnya.
Mojtaba Khamenei pun menutup pesannya dengan doa yang diyakini akan mengantar bangsa Iran pada kemenangan dan keberhasilan.
Kesepakatan AS-Iran
Baca juga : Dari Dapur Female, Ibu Dian Gerakkan Perempuan untuk Berani Berdaya
Nota kesepahaman (MoU) AS-Iran yang merupakan kerangka awal perjanjian damai, berisi 14 poin yang menjadi dasar negosiasi lanjutan selama 60 hari.
Poin-poin tersebut antara lain mencakup penghentian permanen operasi militer oleh AS, Iran, dan sekutu masing-masing di seluruh front, termasuk Lebanon; negosiasi perjanjian final dalam waktu maksimal 60 hari, dengan kemungkinan diperpanjang atas kesepakatan bersama; pencabutan blokade laut oleh AS terhadap pelabuhan Iran secara bertahap dan menuntaskannya dalam 30 hari; komitmen AS untuk mencabut sanksi terhadap Iran; komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir; dan pengaturan aset Iran yang dibekukan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya