Dark/Light Mode

Unpam Dorong Ekonomi Sirkular, Bank Sampah Kampung Darling Kini Go Digital

Kamis, 13 Agustus 2026 20:40 WIB
Ketua PKM Hibah BIMA Kemendiktisaintek Dr. H. Suripto, M.Ak bersama pengurus Bank Sampah Kampung Darling. (Foto: Dok. Penulis)
Ketua PKM Hibah BIMA Kemendiktisaintek Dr. H. Suripto, M.Ak bersama pengurus Bank Sampah Kampung Darling. (Foto: Dok. Penulis)

Pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Namun, pengelolaan bank sampah tidak cukup hanya mengandalkan aktivitas pengumpulan dan pemilahan sampah. Tata kelola administrasi, pemanfaatan teknologi digital, inovasi produk, hingga strategi pemasaran menjadi bagian penting agar bank sampah mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut menjadi perhatian Universitas Pamulang (Unpam) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Bank Sampah Kampung Darling, Kelurahan Sudimara Jaya, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Melalui program bertajuk “PKM Penguatan Ekonomi Sirkular Kampung Darling Melalui Digitalisasi Bank Sampah dan Inovasi Produk Ramah Lingkungan”, Tim PKM Unpam mendorong transformasi pengelolaan Bank Sampah Kampung Darling dari sistem pencatatan manual menuju sistem digital.

Program tersebut merupakan bagian dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Kemendiktisaintek, dengan pendekatan yang mengintegrasikan digitalisasi, pemberdayaan masyarakat, inovasi produk ramah lingkungan, penguatan manajemen, serta pemasaran.

Digitalisasi Bank Sampah Darling menjadi salah satu solusi strategis karena sebelumnya pencatatan transaksi penimbangan sampah, tabungan nasabah, dan laporan masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, keterlambatan rekapitulasi, serta keterbatasan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan.

Enam Tahun Masih Manual, Kini Beralih ke Digital

Ketua Tim PKM Unpam, Dr. H. Suripto, S.E., M.Ak., menjelaskan bahwa digitalisasi yang dikembangkan bukan sekadar membuat aplikasi, tetapi merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola Bank Sampah Kampung Darling. Melalui sistem yang dikembangkan, pengurus dapat melakukan pencatatan transaksi penimbangan sampah, tabungan nasabah, serta penyusunan laporan secara lebih cepat dan tertib.

Nasabah juga mendapatkan kemudahan karena informasi mengenai tabungan dapat dipantau melalui perangkat smartphone tanpa harus selalu datang langsung ke bank sampah. Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh pengelola Bank Sampah Kampung Darling.

Admin Bank Sampah Kampung Darling, Didi Sumaryanto, mengatakan kehadiran sistem digital sangat membantu pekerjaan administrasi yang selama ini dilakukan secara manual. Sistem digital membuat proses input data nasabah menjadi lebih mudah sekaligus membantu mengurangi kemungkinan kesalahan pencatatan.

Dengan digitalisasi ini akan memudahkan dan mengurangi kesalahan dalam menginput data dari nasabah, serta mempermudah nasabah untuk melihat dan memonitor hasil dari tabungan yang mereka tabung. Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola bank sampah yang lebih modern, efisien dan transparan.

Baca juga : Fikom UMB Dorong Bank Sampah Kembangkan Produk dari Minyak Jelantah

Dari Masalah Akuntansi hingga Tata Kelola

Dukungan terhadap digitalisasi juga disampaikan Direktur Bank Sampah Kampung Darling, Sobirin. Menurut Sobirin, salah satu persoalan yang selama ini dihadapi Bank Sampah Kampung Darling adalah aspek pencatatan dan akuntansi.

Ia berharap, kegiatan PKM ini dapat dilakukan secara berkelanjutan karena manfaatnya sangat nyata bagi Bank Sampah Kampung Darling. PKM ini membantu pencatatan dan akuntansi Bank Sampah Kampung Darling. Selama ini pihaknya memang mempunyai masalah terkait pencatatan dan akuntansi.

Ia berharap, pendampingan dari perguruan tinggi dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat langsung bagi pengelolaan bank sampah. Pihaknya yakin PKM ini mampu membantu mengatasi masalah yang selama ini kami hadapi dalam pengelolaan Bank Sampah Kampung Darling.

Harapan keberlanjutan tersebut sejalan dengan rancangan PKM Unpam yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada penguatan kapasitas kelembagaan sehingga Bank Sampah Darling dapat dikelola secara lebih mandiri dan berkelanjutan.

Dr. Suripto, M.Ak menjelaskan inovasi produk ramah lingkungan


Sampah Diolah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Baca juga : Dosen Universitas Pertamina Kembangkan Netrash untuk Kelola Bank Sampah

Program PKM Unpam tidak berhenti pada digitalisasi administrasi. Tim juga memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai inovasi produk ramah lingkungan, antara lain pembuatan eco enzyme, sabun berbahan minyak jelantah, serta probiotik berbasis kulit nanas.

Kegiatan tersebut diarahkan agar masyarakat tidak hanya memiliki kemampuan mengumpulkan dan memilah sampah, tetapi juga mampu mengolah material yang sebelumnya dianggap limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Dalam rancangan PKM, peningkatan kapasitas produksi tersebut diperkuat melalui penyusunan SOP, pelatihan produksi, pengendalian mutu dan praktik kebersihan produksi. Targetnya adalah tersusun SOP produksi serta dihasilkan sedikitnya tiga jenis produk ramah lingkungan yang terstandarisasi.

Tidak Hanya Produksi, Tetapi Juga Belajar Memasarkan

Tim PKM Unpam juga memberikan pendampingan mengenai desain kemasan, penyusunan label produk, branding dan strategi digital marketing. Pendekatan ini penting karena produk ramah lingkungan yang dihasilkan masyarakat tidak akan berkembang secara optimal apabila tidak didukung dengan kemasan, identitas produk dan strategi pemasaran yang baik.

Dalam proposal PKM, produk Kampung Darling sebelumnya masih banyak dipasarkan secara informal di lingkungan komunitas. Karena itu, pendampingan diarahkan pada pengembangan kemasan yang lebih menarik dan informatif serta pemanfaatan kanal digital untuk memperluas akses pasar.

Dengan demikian, konsep ekonomi sirkular yang dikembangkan tidak berhenti pada pengurangan sampah, tetapi menghubungkan proses pengumpulan, pencatatan, pengolahan, produksi, pengemasan hingga pemasaran.

Sobirin (Direktur Bank sampah Kampung Darling)

Aplikasi Dinilai Mudah Digunakan

Baca juga : KLH Beri Pendampingan Pengelolaan Limbah SPPG

Transformasi digital tersebut juga mendapatkan respons positif dari masyarakat sebagai nasabah Bank Sampah Kampung Darling. Ibu Ratih Priyanti, salah seorang nasabah menyampaikan apresiasinya terhadap program PKM Unpam.

Respons tersebut menjadi indikator penting bahwa teknologi yang diterapkan tidak hanya harus berfungsi secara teknis, tetapi juga harus mudah diterima dan digunakan oleh masyarakat. Bagi Tim PKM Unpam, kemudahan penggunaan menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan sistem digital di tingkat komunitas.

Membangun Ekosistem Ekonomi Sirkular

Program PKM tersebut pada dasarnya ingin membangun ekosistem ekonomi sirkular berbasis masyarakat, bukan sekadar memperkenalkan aplikasi. Digitalisasi adalah salah satu pintu masuk. Setelah tata kelola menjadi lebih baik, masyarakat perlu didorong untuk menciptakan nilai tambah dari sampah melalui inovasi produk, memperbaiki kualitas dan kemasan, serta memperluas pemasaran.

Pendekatan tersebut sejalan dengan substansi program PKM yang mengintegrasikan digitalisasi sistem bank sampah, peningkatan kapasitas produksi produk ramah lingkungan, penguatan manajemen dan akuntansi sosial, serta pendampingan pemasaran dan branding berbasis komunitas.

Pada akhirnya, transformasi Bank Sampah Kampung Darling menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat didekati tidak hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang pemberdayaan masyarakat dan penciptaan nilai ekonomi.

Dari pencatatan manual menuju digitalisasi, dari sampah menjadi produk ramah lingkungan, serta dari pemasaran sederhana menuju pemanfaatan kanal digital, Kampung Darling sedang membangun model baru pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Dr. H. Suripto, S.E., M.Ak
Dr. H. Suripto, S.E., M.Ak
Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.