Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
PNM Mekaar Lebih Menyasar Emak-emak? Ini Alasannya
Selasa, 21 Desember 2021 15:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi mengungkapkan alasan program PNM Mekaar concern pada kaum perempuan, khususnya ibu-ibu.
Hal ini dibeberkan Arief dalam Muda Podcast Series bersama RM.id bertajuk "Transformasi Bang Arief Bersama PNM Tumbuhkan Grassroot Ekonomi", yang ditayangkan di YouTube Channel BUMN Muda, Senin (20/12). "Ini pertimbangannya banyak nih, kenapa perempuan yang disasar," ujar Arief.
Baca juga : DPRD Minta Pembongkaran Pemukiman Warga Bandung Dihentikan, Ini Alasannya
Pertama, dari aspek risiko. Menurutnya, perempuan cenderung lebih malu kalau tidak menunaikan kewajiban. Mereka ebih disiplin dalam membayar cicilan. "PNM bisa lebih kendalikan risiko. Dan presedennya sudah banyak," imbuhnya.
Berikutnya kedua, ada arisan ibu-ibu. Grup arisan ini, mirip-mirip dengan grup lending. "Aktivitas entry point lah di situ. Ibu-ibu ngumpul, ngomonin rencana usaha, nanti kita biayain, gitu. Sudah familiar," terang Arief.
Baca juga : Kemenperin Bentuk Lembaga Pemeriksa Halal, Ini Tugasnya
Kemudian, yang ketiga, kemauan berusaha perempuan lebih tinggi ketimbang lelaki. Secara pride, lelaki lebih suka dari pekerja, dan tidak di lokasi tersebut. "Even jadi buruh pelabuhan yang jauh dari rumahnya, atau jadi buruh angkut di pasar. Kalau gitu kan susah usaha," ucap dia.
Pertimbangan terakhir, adalah misi ideal PNM. Perusahaan pembiayaan mikro pelat merah itu berharap, bisa membentuk mindset anak-anak untuk berusaha seperti ibunya.
Baca juga : Cegah Kerusakaan Lingkungan, Ganjar Evaluasi Izin Tambang
"Kalau ibunya berusaha, anak-anaknya setiap hari akan melihat orang yang berusaha. Nantinya akan terbentuk mindset berusaha. Ada kreativitas berusaha, ada celah mencari keuntungan. Nggak kepikir, 'nanti saya mau jadi kepala seksi di kelurahan', tapi 'saya mau jadi pengusaha'," canda Arief.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya