Dewan Pers

Dark/Light Mode

BI: Posisi Investasi Internasional Indonesia Tembus Rp 3.939 T

Rabu, 22 Desember 2021 13:40 WIB
Bank Indonesia. (Foto: ist)
Bank Indonesia. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan III-2021 kewajiban neto yang meningkat sebesar 275,9 miliar dolar AS atau setara Rp 3.939,0 triliun. Jumlah tersebut 24,1 persen dari PDB.

Jumlah ini juga meningkat dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir triwulan II-2021 sebesar 264,7 miliar dolar AS (23,9 persen dari PDB). 

Peningkatan kewajiban neto tersebut berasal dari peningkatan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang melampaui peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN). Peningkatan posisi KFLN Indonesia didukung membaiknya kinerja korporasi sejalan dengan kuatnya kinerja ekspor dan berlanjutnya aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik. 

Berita Terkait : Kementerian Investasi Bantu Pengusaha Kecil Bandung Urus Izin Usaha

“Posisi KFLN Indonesia meningkat 4,1 persen qtq dari 680,2 miliar dolar AS pada akhir triwulan II-2021 menjadi 707,8 miliar dolar AS pada akhir triwulan III-2021,” jelas Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resminya, Rabu (22/12).

Peningkatan kewajiban tersebut disebabkan oleh faktor revaluasi positif atas nilai instrumen keuangan domestik, yang dipengaruhi peningkatan harga saham beberapa perusahaan di dalam negeri, sejalan dengan kuatnya ekspor serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

“Peningkatan lebih lanjut bersumber dari aliran masuk investasi langsung, investasi portofolio dan investasi lainnya seiring persepsi positif investor terhadap prospek perbaikan perekonomian domestik yang terjaga,” ujarnya.

Berita Terkait : Sosialisasi DBON, Gubernur NTB Yakin Prestasi Olahraga Indonesia Meningkat

Posisi AFLN Indonesia meningkat dikontribusikan oleh kenaikan seluruh komponen AFLN. Pada akhir triwulan III-2021, posisi AFLN tumbuh 4,0 persen qtq dari 415,4 miliar dolar AS pada akhir triwulan sebelumnya menjadi 431,9 miliar dolar AS. 

Seluruh komponen mengalami peningkatan AFLN dengan peningkatan terbesar pada aset cadangan devisa dan investasi lainnya sejalan dengan tambahan alokasi SDR, peningkatan penempatan simpanan, dan piutang sektor swasta. 

Peningkatan lebih lanjut tertahan oleh faktor revaluasi akibat penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang utama dunia serta peningkatan imbal hasil surat utang Pemerintah di beberapa negara penempatan aset.

Berita Terkait : Ekspor Mie Instan Indonesia Tembus Pasar Non-Tradisional Luar Negeri

BI memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan III 2021 tetap terjaga dan mendukung ketahanan eksternal. Hal ini tercermin dari struktur kewajiban PII Indonesia yang didominasi oleh instrumen berjangka panjang (93,6 persen).

Ke depan, BI meyakini kinerja PII Indonesia akan tetap terjaga sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi Covid-19 yang didukung sinergi bauran kebijakan BI dan pemerintah, serta otoritas terkait lainnya.

“Meski demikian, BI akan tetap memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian,” pungkasnya. [DWI]