Dark/Light Mode

Perdana Berkunjung Ke Hyundai Motor Manufacturing Indonesia

Dubes Gandi Sulistiyanto: Bentuk Ekosistem Industri Mobil Listrik Hingga Asia Tenggara

Rabu, 29 Desember 2021 15:20 WIB
Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Republik Korea Gandi Sulistiyanto berkunjung ke Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, di Cikarang, Selasa (28/12). (Foto: Ist)
Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Republik Korea Gandi Sulistiyanto berkunjung ke Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, di Cikarang, Selasa (28/12). (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Pabrik ini akan mulai berproduksi di bulan Januari 2022. Berbagai mobil yang akan diproduksi yaitu B-SUV, B-MPV, Sedan dan mobil listrik model IONIQ 5. Hyundai IONIQ5 dibangun dengan arsitektur BEV khusus dari Hyundai Motor Group yang disebut Electric-Global Modular Platform (E-GMP).

Terdapat dua pilihan opsi ukuran baterai, 58 kWh atau 72,6 kWh3, dan dua tata letak motor listrik. Baik dengan motor belakang saja, atau dengan motor penggerak bagian depan dan belakang. Mobil dengan konsep midsize CUV (Crossover Utility Vehicle) ini dibekali fitur-fitur ramah lingkungan, berkelanjutan, serta inovatif.

Baca juga : Kurangi Emisi Karbon, Indonesia Gercep Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

Mobil listrik ini memiliki fitur pengisian baterai ultra-fast yang bisa mengisi daya dari 10-80 persen hanya dalam waktu 18 menit.

Pembuatan mobil listrik oleh Hyundai merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU di pusat pembuatan mobil Hyundai di kota Ulsan yang disaksikan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2019.

Baca juga : Gandeng LG, Hyundai Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik Di Karawang

Komitmen Pemerintah Indonesia dalam menangani lingkungan dan perubahan iklim tampak nyata melalui penerbitan Perpres Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Saat ini, pemerintah Indonesia sedang membangun kawasan industri hijau terbesar di dunia seluas 12.500 hektar yang berlokasi di Kalimantan Utara, terbesar di dunia.

Baca juga : Terima Direksi Hyundai, Bamsoet Dorong Penggembangan Mobil Listrik Di Indonesia

Investasi raksasa LG Consortium 9,8 miliar dolar AS membuat Indonesia sebagai negara yang pertama di dunia yang memiliki industri baterai listrik dari pertambangan hingga baterai lithium mobil listrik.

Pengembangan industri baterai listrik terintegrasi merupakan langkah konkret yang sejalan dengan target Presiden Jokowi untuk mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju 2045. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.