Dark/Light Mode

21 Calon Bos OJK Sosok Kuat dan Berintegritas

Ini Sih Tinggal Soal Nasib dan Jokowi Lebih Cocok Ke Siapa

Selasa, 8 Maret 2022 09:00 WIB
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan. (Foto: Dok. Antara)
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan. (Foto: Dok. Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (Pansel DK OJK) telah memutuskan 21 nama untuk mengisi 7 jabatan tersebut. Semua yang lolos dinilai sosok kuat dan berintegritas.

Mereka yang lolos tahap akhir untuk menjadi Calon Ketua DK OJK merangkap Anggota, yakni Mahendra Siregar (Wakil Menteri Luar Negeri), Darwin Cyril Noerhadi (Anggota Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi), dan Iskandar Simorangkir (Deputi Menko Perekonomian).

Untuk Calon Wakil Ketua DK OJK merangkap Ketua Komite Etik dan Anggota terdiri dari Mirza Adityaswara (mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), dan Staf Ahli Menteri Keuangan), Marwanto Widyaiswara (Ahli Utama Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan/BBPK Kemenkeu) dan Fauzi Ihsan (Komut Bahana Pembinaan Usaha Indonesia atau BPUI/IFG dan Eks Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS).

Kemudian, untuk Calon Anggota Dewan Komisioner/Kepala Pengawas Perbankan OJK terdiri dari Dian Ediana Rae (mantan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK dan juga eks BI), Agusman (Direktur Eksekutif/ Kepala Departemen Audit Internal BI) dan Ogi Prastomiyono (mantan Direktur Bank Mandiri dan Inalum).

Untuk Calon Anggota Dewan Komisioner/Kepala Pengawas Pasar Modal OJK terdiri dari Hoesen (Dewan Komisioner OJK), Inarno Djajadi (Direktur Utama Bursa Efek Indonesia atau BEI) dan Dodi Zulverdi (Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Internasional BI).

Baca juga : Politikus Golkar Ini Minta Stop Wacana Presiden Jokowi 3 Periode

Selanjutnya, untuk Calon Anggota Dewan Komisioner/Kepala Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK, terdiri dari Pantro Pander Silitonga (Direktur BPUI dan Komisaris IFG Life), Iwan Pasila (PT Asuransi BRI Life) dan Adi Budiarso (Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal atau BKF).

Sedangkan, Calon Anggota Dewan Komisioner/Ketua Dewan Audit OJK, terdiri dari Hidayat Prabowo (Deputi Komisioner Audit Internal Manajemen Risiko dan Pengendalian Kualitas OJK), Sofia Isabella Wattimena (Executive Advisor Inalum) dan Budi Santoso (Direktur PWC Indonesia).

Dan, untuk Calon Anggota Dewan Komisioner Bidang Perlindungan Konsumen OJK, terdiri dari, Frederica Widyasari (Dirut PT Danareksa BRI Sekuritas), Hariyadi (Direktur Eksekutif Bank Indonesia), dan Difi Johansyah (mantan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Surabaya).

Dalam keputusan tersebut, sesuai POJK yang berlaku, ke 21 nama ini akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dipilih dua calon dari masing-masing kategori. Selanjutnya, Presiden akan membawanya ke DPR untuk dipilih menjadi DK OJK.

Integritas Tinggi

Baca juga : Ikut Berinteraksi Dengan BKS, Jokowi Tes Corona Sore Ini

Direktur Riset dan Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah Piter menilai, nama-nama yang lolos tersebut sudah tidak diragukan lagi. Mereka merupakan nama-nama terbaik yang sudah terpilih.

“Tinggal nanti masalah nasib aja nih. Tapi kalau secara kualitas dan integritas, mereka tak perlu dipertanyakan lagi untuk posisi apapun,” kata Piter kepada Rakyat Merdeka, kemarin. Piter kemudian menyoroti nama calon Ketua DK OJK yang terdiri dari Mahendra Siregar, Darwin Cyril dan Iskandar Simorangkir.

Menurutnya, ketiga calon tersebut adalah birokrat yang memiliki integritas tinggi. Namun, ditekankan Piter, plus minus pasti tetap ada. Tinggal bagaimana Presiden Jokowi lebih cocok kepada calon yang mana. “Kalau ditanya calon kuat, semua kuat. Kita tunggu saja dari Presiden setelah memilih dua nama nanti, kemudian di DPR.

Kalau dilihat dari dua calon, Mahendra dan Iskandar ini cukup dekat dengan kabinet/Pemerintahan Jokowi ya,” kata Piter. Untuk diketahui, Mahendra merupakan Wakil Menteri Luar Negeri. Sebelum itu, Mahendra pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan, Wakil Menteri Keuangan, Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS).

Namun kembali lagi pada nasib, karena menurut Piter, segala sesuatu bisa saja terjadi. Sementara untuk posisi Wakil Ketua DK OJK, nama Mirza Adityaswara menurut Piter layak dijagokan. Mengingat namanya sudah malang melintang di dunia keuangan. Ditambah reputasinya yang baik pula selama menjabat di BI. Yang jelas, lanjut Piter, proses reformasi sektor keuangan Indonesia belum selesai. Sehingga dibutuhkan orang-orang yang bisa melakukan percepatan reformasi tersebut.

Baca juga : SBY dan Prabowo Di Ambang Cerai

Diingatkannya, cita-cita dibentuknya OJK, adalah integrasi sebuah pengawasan keuangan yang terpadu. Terdiri dari perbankan, pasar modal dan non perbankan. “Selama dua periode OJK ini, jujur yang saya lihat belum sampai ke sana. Masih ada dalam tanda kutip, belum bisa menyatukan ketiga sektor tersebut,” kritiknya.

Yang lebih penting lagi, menurut Piter, begitu kepemimpinan OJK yang baru terbentuk, segera dilakukan perubahan Undang-Undang OJK agar tata cara pengambilan keputusan (decision making process) di OJK diperbaiki. “Khususnya untuk jabatan Ketua DK OJK yang harus banyak mengambil keputusan eksekutif, terutama untuk pengawasan,” pungkasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.