Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menhub Puas Progres Pembangunan Sudah 19 Persen
Bandara Kulonprogo Siap Beroperasi April 2019
Sabtu, 15 Desember 2018 12:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo berjalan sesuai rencana. Pemerintah optimistis pada April tahun depan sudah bisa beroperasi.
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi kemarin mengecek langsung progres pembangunan NYIA. Dia ditemani Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri, Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti, dan Direktur PTAngkasa Pura I(Persero) Faik Fahmi. BKS-sapaan akrabnya tiba di NYIA pukul 07.40 WIB. Dia melakukan pemantauan menggunakan mobil, keliling bandara sekitar 20 menit.
Baca juga : Angkasa Pura II Terbitkan Surat Utang Rp 750 Miliar
Dari pantauan Rakyat Merdeka, pengerjaan pembangunan sedang dikebut. Namun demikian, saat ini NYIY masih belum kelihatan bentuknya. Runway masih tanah. Belum diaspal. Wajah terminal bandara itu juga belum kelihatan. Secara keseluruhan progres pembangunan baru 19 persen.
BKS puas melihat perkembangan pembangunan. “Setelah melihat progres pembangunannya, kita optimistis bandara Kulonprogo ini bisa selesai Maret 2019 dan beroperasi April 2019,” ungkap BKS. Dia memberikan apresiasi terhadap pihak-pihak yang terlibat pengerjaan proyek ini. “Ini berkat sinergi Angkasa Pura I, Direktorat Perhubungan Udara dan Direktorat Perkeretaapian,” pujinya.
Baca juga : BTN Luncurkan Asuransi Syariah
BKS menjelaskan, pada April 2019, pengoperasian bandara baru ini untuk penerbangan internasional. Diharapkannya, pengoperasian nanti bisa semakin banyak menarik wisatawan.
Menurut BKS, Yogyakarta memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Hanya saja selama ini jumlah kunjungan wisatawan masih kalah dengan Bali. Penyebabnya, bandara di Yogyakarta tidak bisa didarati pesawat berbadan lebar. “Kalau nanti NYIA beroperasi, saya yakin turis ke Borobudur akan meningkat. Bandara ini juga menjadi Hub Yogyakarta dan Jawa Tengah,” imbuhnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya