Dark/Light Mode

Mau Suntik Modal Startup

Merah Putih Fund Bakal Kucurkan Rp 4,3 Triliun

Minggu, 13 Maret 2022 08:00 WIB
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo. (Foto: ANTARA FOTO).
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo. (Foto: ANTARA FOTO).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serius untuk mendanai perusahaan rintisan (startup) lokal, melalui Merah Putih Fund. Rencananya, tahun ini Merah Putih Fund akan menggelontorkan 300 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 4,3 triliun untuk mendukung startup lokal.

WAKIL Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, target pendanaan akan dimulai pada kuartal II 2022. “Kami akan memastikan perusahaan-perusahaan startup (menerima modal) juga mempunyai dana sendiri dan memiliki ekosistem yang terbangun,” kata Tiko-sapaan akrabnya, di Jakarta, Rabu (9/3).

Merah Putih Fund merupakan platform pendanaan bagi startup lokal. Selain pendanaan dari perusahaan BUMN, Merah Putih Fund juga menghimpun pendanaan dari pihak swasta nasional.

Baca juga : Mantap, RUPST Bank Mandiri Sebar Deviden Rp 16,82 Triliun

Tiko menjelaskan, Merah Putih Fund saat ini dikelola oleh lima corporate venture capital BUMN. Yaitu Mandiri Capital Indonesia, MDI Venture, Telkomsel Mitra Inovasi, BRI Ventures, dan BNI Ventures.

Menurut Tiko, corporate venture capital BUMN sebelumnya telah menyelesaikan beberapa transaksi di startup serta unicorn yang berada di bawah portofolionya.

“Sudah banyak startup yang menikmati investasi dari MDI Ventures, dari Mandiri Capital, yang sudah akan menuju pendanaan berikutnya ke B Series atau C Series,” kata dia.

Baca juga : Surveyor Indonesia Raup Pendapatan Rp 1,6 Triliun Di 2021

Dari keberhasilan itu, lanjutnya, Kementerian BUMN akhirnya meluncurkan Merah Putih Fund yang bertujuan untuk memastikan, startup lokal yang akan menjadi unicorn tetap membangun ekosistemnya di Indonesia. Mantan Bos Bank Mandiri ini berharap, startup lokal akan tumbuh menjadi unicron dan decacorn di dalam negeri.

Pendanaan Merah Putih Fund tersebut, ditegaskan Tiko, akan fokus pada Soonicorn atau perusahaan yang akan menuju Unicorn (soon to be unicorn).

“Pendanaan ini menyasar perusahaan rintisan yang baru memiliki valuasi 200 juta dolar AS (Rp 2,8 triliun) atau di bawah valuasi unicorn yang mencapai 1 miliar dolar AS (Rp 14,2 triliun),” sebutnya.

Baca juga : Dongkrak Teknologi Militer, Korea Selatan Kucurkan Dana Rp 2,9 Triliun

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menyambut bak langkah Pemerintah mendukungstartup lokal.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.