Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sepanjang 2021, Pemerintah Salurkan KUR Rp 281,86 Triliun

Selasa, 18 Januari 2022 17:06 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM Airlangga Hartarto. (Dok. Setkab)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM Airlangga Hartarto. (Dok. Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mencatat total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tahun 2021 mencapai Rp 281,86 triliun. Sementara, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) baru sudah mencapai Rp 6,02 triliun hingga per 17 Januari 2022.

Jumlah ini diberikan kepada 170 ribu debitur KUR Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam acara Penghargaan KUR 2021 yang digelar secara virtual, kemarin.

"Realisasi penyaluran KUR pada 2021 yang disalurkan oleh 27 penyalur KUR sebesar Rp281,86 triliun dengan baki debet Rp 376 triliun," ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Iskandar menjelaskan, dari jumlah KUR yang telah digelontorkan tersebut, penyaluran KUR didominasi oleh KUR segmen mikro sebesar 63,71 persen dan KUR kecil 32,71 persen.

Berita Terkait : Sepanjang 2021, Dewas KPK Keluarkan 186 Izin Penindakan

Sisanya, penyaluran KUR untuk segmen usaha super mikro tercatat sebesar 3,57 persen dan KUR Tenaga Kerja Indonesia (TKI)/PMI hanya 0,01 persen.

Berdasarkan sektornya, kata Iskandar, porsi KUR terbesar disalurkan ke sektor perdagangan yang mencapai 44,8 persen, kemudian disusul sektor pertanian sebesar 30 persen, jasa 14,1 persen, industri 9 persen, dan perikanan 1,8 persen.

"Sementara secara keseluruhan penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai 55,2 persen" ujarnya.

Iskandar menambahkan, penyaluran KUR sepanjang 2021 didominasi oleh 3 Bank Himbara (Himpunan Bank Negara) dengan porsi mencapai 92,37 persen.

Sementara, porsi penyaluran KUR oleh bank swasta mencapai 3,1 persen, Bank Pembangunan Daerah 4,37 persen, koperasi 0,05 persen, dan perusahaan pembiayaan 0,0 persen atau hanya Rp 12 miliar.

Berita Terkait : KLHK Gugat Perusahaan Pembakar Hutan Dan Lahan Rp 1 Triliun

Adapun pada 2022, Pemerintah mencatat penyaluran KUR hingga 17 Januari 2022 telah mencapai 6,02 triliun, diberikan ke 170.000 debitur KUR UMKM.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM Airlangga Hartarto menilai, sepanjang 2021 penyaluran KUR bukannya tanpa hambatan.

Airlangga mengungkapkan, salah satu hambatan adalah, sebagian masyarakat belum mengetahui bunga KUR sebesar 6 persen masih mendapat subsidi dari Pemerintah.

"Dari yang kami lihat pada saat kami ke daerah, tidak semua masyarakat tahu bahwa kredit KUR itu 6 persen dan Pemerintah mensubsidi 3 persen lagi," ujarnya.

Airlangga memastikan dengan bunga KUR yang rendah ini diharapkan UMKM bisa termotivasi menjalankan usaha untuk membantu menggerakan perekonomian.

Berita Terkait : Jelang MotoGP, Pemerintah Kebut Pemenuhan Kekurangan Penginapan

"Tahun lalu KUR 6 persen dan disubsidi jadi 3 persen, tahun ini sesuai persetujuan rapat terbatas bunga KUR 3 persen selama 6 bulan," tegasnya.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga berharap semua kementerian dan lembaga agar bisa mendorong korporatisasi UMKM.

Airlangga menjelaskan, hal itu dilakukan sebagai bentuk peningkatan kapasitas UMKM melalui pembentukan kelompok atau badan usaha termasuk melalui integrasi suatu rangkaian nilai bisnis.

Tujuannya, untuk mencapai skala ekonomi dan memperluas akses pasar dan pembiayaan.

Menurutnya, dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 sebesar Rp 744 triliun, sebesar Rp 162 triliun dialokasikan untuk KUR UMKM. [KPJ]