Dewan Pers

Dark/Light Mode

CP Aramco Terus Naik, Pengamat Sarankan Konversi LPG Ke Kompor Induksi

Rabu, 16 Maret 2022 11:03 WIB
LPG. (Foto: Ist)
LPG. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga minyak dunia yang terus naik membuat harga acuan LPG, yaitu CP Aramco terus mengalami kenaikan. Per Maret ini, harga CP Aramco sudah menyentuh di level 900 dolar AS per metrik ton.

Padahal saat ini, sebanyak 65 persen LPG yang digunakan berasal dari impor sehingga bisa meningkatkan defisit neraca perdagangan Indonesia.

Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengungkapkan, hal itu akan berdampak pada peningkatan penggunaan dollar, yang bisa menyebabkan rupiah terdepresiasi terhadap mata uang AS itu. Oleh karena itu, dia menilai, penggunaan kompor induksi akan membantu pemerintah untuk mengurangi impor LPG.

Berita Terkait : Prima Aryana Laris Manis, Purinusa Siapkan Cluster Megah Aryana

"Melalui penggunaan kompor induksi, dapat membantu pemerintah dalam menghemat anggaran di APBN kita. Selain itu, penggunaan kompor induksi merupakan upaya untuk membangun kemandiri energi," ujar Mamit dalam keterangan tertulis, Rabu (16/3).

Dia membeberkan, impor LPG dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan seiring dengan konsumsi yang terus naik. Diperkirakan, pada tahun 2024, impor LPG bisa mencapai Rp 67,7 triliun.

Dengan beralih ke kompor induksi, kata Mamit, ketergantungan terhadap impor LPG bakal berkurang secara bertahap sehingga bakal mendorong kemandirian energi.

Berita Terkait : Pertamina Harus Dapat Tambahan Dana Kompensasi

"Tak hanya itu, masalah defisit transaksi berjalan atau (current account defisit/CAD) akibat impor LPG secara perlahan juga dapat diselesaikan," imbuhnya.

Menurut dia, hal itu sesuai dengan arahan Presiden di Istana Bogor pada November 2021, yaitu untuk mengubah energi berbasis impor ke energi berbasis domestik.

Pemanfaatan potensi energi dalam negeri adalah yang utama, termasuk salah satunya melalui konversi penggunaan kompor LPG ke kompor induksi.

Berita Terkait : Doa dan Dukungan Terus Mengalir, Pengamat: Modal Kuat Bagi Airlangga Jadi Presiden

"Selain untuk mengurangi angka impor, langkah konversi ini juga bakal menekan subsidi LPG dalam APBN yang terus membengkak," terang Mamit.
 Selanjutnya