Dark/Light Mode

Banyak Startup Lakukan Efisiensi

Shopee Indonesia Tepis Isu Bakal PHK Pegawai

Minggu, 19 Juni 2022 07:30 WIB
Shopee Indonesia. (Foto: Istimewa).
Shopee Indonesia. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Zenius memangkas 200 karyawan. Langkah tersebut diambil karena dampak kondisi makro ekonomi memburuk. Kemudian LinkAja melakukan reorganisasi SDM. Hal ini dilakukan karena mereka melakukan perubahan fokus dan tujuan bisnis. Selanjutnya JD.ID juga telah melakukan restrukturisasi, termasuk di dalamnya melakukan pengurangan jumlah karyawan.

Kesulitan Pendanaan

Direktur sekaligus Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, PHK yang dilakukan oleh beberapa startup maupun e-commerce, salah satunya karena mengalami kesulitan pendanaan. Terutama terjadi setelah rencana bisnis mereka terpengaruh pandemi. Lalu terjadi penurunan user secara signifikan.

Baca juga : Rencana BSI Akuisisi UUS BTN Bakal Dorong KPR Syariah

“Sebenarnya selama pandemi ada lonjakan pelanggan internet, tapi tidak semua merata dirasakan oleh startup. Faktornya secara makro, kenaikan tingkat suku bunga di berbagai negara membuat investor mencari aset yang lebih aman,” jelas Bhima kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Akibatnya, hal ini berimbas terhadap saham startup teknologi yang dianggap high risk atau berisiko tinggi. Maka dari itu, banyak yang memprediksi bahwa tahun ini adalah winterstartup, atau tekanan sell off besar-besaran di industri digital.

Bhima menyebut, kondisi PHK ini mengulang tech bubble di 2001. Sehingga yang tersisa hanya pemenang dari bisnis modelnya yang telah teruji.

Baca juga : Ketum IMI Lakukan Kick Off FIM MiniGP Indonesia Series 2022

Ia mencontohkan, dahulu ada Amazon, E-bay yang lulus ujian Dotcom bubble. Saat ini, mungkin waktunya startup di Indonesia diuji oleh pasar.

Selain itu, terdapat faktor lainnya seperti peta persaingan startup the winner takes all. Karena jika e-commerce terdapat tiga top pemain, maka jangan harap pemain kecil akan bersaing.

“Begitu juga terjadi di edutech, banyak yang tidak bisa bersaing karena kurang pendanaan. Dan akhirnya tersisih dari pasar. Mereka berpikir faktor promo dan bakar uang efektif mengurangi persaingan,” ujar Bhima.

Baca juga : Panitia Siap Sambut Jemaah Haji Indonesia Di Madinah

Ia menegaskan, startup yang memiliki cash flow tidak kuat, akan kalah oleh startup yang gencar melakukan promosi namun tetap mampu menjaga keuangannya sehat. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.