Dewan Pers

Dark/Light Mode

Data Science Indonesia Kerek Kualitas Layanan Publik

Senin, 25 April 2022 13:59 WIB
Pelatihan Data Science Learning Studio. (Foto: ist)
Pelatihan Data Science Learning Studio. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menyadari pentingnya data bagi kebijakan publik dalam negeri, serta mendorong literasi data di berbagai daerah di Indonesia, Data Science Indonesia menantang ribuan talenta digital untuk mengikuti Data Science Learning Studio (DSLS) secara gratis melalui proses seleksi. 

Bertemakan “Data Literacy for Better Policy”, gelaran DSLS yang mendapatkan dukungan dari Microsoft ini menjadi sebuah bootcamp di mana talenta digital diberikan pelatihan intensif selama tujuh pekan. Di sini, para pakar data dan teknologi seperti dari Microsoft turut mengisi sesi terkait analisis dan visualisasi data. Sebanyak 27 orang berhasil terpilih untuk mengikuti DSLS dari lebih dari 1400 orang yang mendaftar.

“Data science adalah bidang yang versatile. Banyak industri dan sektor dapat mengambil manfaat dari pengolahan data yang baik, tak terkecuali sektor kebijakan publik. Melalui program DSLS, Data Science Indonesia ingin memberikan sebuah platform bagi talenta digital Indonesia untuk tidak hanya mampu menganalisis dan memvisualisasikan data, tetapi juga dapat memberikan wawasan berarti yang dapat membantu pemerintah membuat keputusan strategis dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Ketua Data Science Indonesia, Nabil Badjri, Senin (25/4).

Berita Terkait : Linde Indonesia Perluas Kapasitas Produksi Di Jawa Timur Melalui Pabrik Oksigen VPSA

Setelah masa bootcamp, 27 partisipan yang terdiri dari 18 mahasiswa dan 9 profesional ini dibagi ke dalam enam kelompok untuk mengolah data mentah dari institusi pemerintah yang menjadi rekan DSI, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan RI (DTO Kemenkes), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI (DJPK Kemenkeu), dan PetaBencana. 

Mereka ditantang untuk menganalisa data tersebut menjadi informasi dan rekomendasi kebijakan yang sesuai dengan masing-masing institusi. Pada akhir rangkaian bootcamp, beberapa waktu lalu para peserta mempresentasikan hasil akhir dari capstone project yang diberikan dengan berbagai analisa yang dilakukan baik berupa klasifikasi, klastering, serta mampu memvisualisasikan hasil analisa yang dilakukan. 

Presentasi dihadiri oleh panelis dari partner dataset, sehingga dapat memberikan saran dan konfirmasi terhadap permasalahan yang ada.

Berita Terkait : Kementan Tingkatkan Kualitas SDM Petani & Penyuluh

Bicara tentang pentingnya data bagi kebijakan publik, Data Tribe Leader JDS, Rizky Rusdiwijaya menekankan, good data, good decision. Bad data, bad decision. Dia percaya bahwa ketika data bisa diolah dengan baik, maka akan tercipta keputusan yang tepat dan begitu pula sebaliknya. 

“Kami bangga dapat berbagi nilai yang sama dengan program DSLS ini, di mana talenta digital dilatih untuk mengolah data guna menghasilkan informasi yang bermakna bagi pengambilan kebijakan di sektor publik,” ujarnya.

Hingga kini, Indonesia masih membutuhkan setidaknya sembilan juta talenta digital hingga 2030 mendatang untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi digital. Kemampuan analisis data pun menjadi salah satu keterampilan yang paling krusial bagi pengembangan talenta digital ini.

Berita Terkait : Danone SN Jaga Loyalitas Konsumen dengan Layanan Multi-Channel 24 Jam

National Technology Officer Microsoft Indonesia, Panji Wasmana mengatakan, Indonesia saat ini sudah mulai mengimplementasikan integrasi data dan memanfaatkannya untuk membuat serta menerapkan kebijakan publik yang lebih tepat sasaran. Upaya ini patut kita gencarkan baik di tingkat nasional maupun lokal. 

Oleh karena itu, Microsoft terus bekerja sama dengan pemerintah, organisasi non-profit, komunitas, dan mitra lainnya untuk meningkatkan kualitas keterampilan digital talenta Indonesia. “Kiranya program DSLS ini, bersama dengan berbagai program skilling yang Microsoft hadirkan, dapat membantu setiap orang dan setiap organisasi di Indonesia untuk mencapai lebih banyak hal,” tukasnya. [DIT]