Dewan Pers

Dark/Light Mode

1.200 Guru SD Dapat Beasiswa Pelatihan Dari McDonald’s

Sabtu, 25 Juni 2022 06:18 WIB
McD Classroom. (Foto: Ist)
McD Classroom. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Melalui McD Classroom, McDonald’s Indonesia bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Klassku mengadakan pelatihan dalam rangka pemberian beasiswa kepada 1.200 guru Sekolah Dasar (SD). Pelatihan ini akan diselenggarakan pada 27 Juni-1 Juli 2022 secara online, dengan dua tema yaitu Pedagogik Sains dan Asesmen Sain.

“Melihat rendahnya tingkat literasi anak Indonesia selama sepuluh tahun terakhir, kami memperluas kegiatan McD Classroom. Agar guru dapat memberikan cara pengajaran yang lebih menyenangkan dan mudah diterima, diharapkan akan berdampak pada peningkatan literasi anak, terutama literasi sains,” jelas Associate Director of Communications McDonald’s Indonesia Sutji Lantyka dalam acara daring, Jumat (24/6).

Berita Terkait : 300 Nasabah Mekaar Di Garut Dapat Pelatihan Usaha Dari PNM

Selain sebagai bentuk apresiasi McDonald’s kepada guru, edukasi merupakan salah satu pilar pengembangan yang menjadi fokus resto cepat saji ini. Sementara McD Classroom merupakan program edukasi lanjutan dari McClassroom yang telah diadakan sejak tahun 2020.

Pada tahun 2020 dan 2021 program ini difokuskan pada penyediaan fasilitas mengajar online yang aman dan nyaman bagi para guru dengan memanfaatkan ruang pesta (party room) McDonald’s.

Berita Terkait : Gattuso Resmi Jadi Pelatih Baru Valencia

Ketua PB PGRI dan Ketua PSLCC (PGRI Smart Learning Center and Character) Richardus Eko Indrajit menjelaskan mengenai pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari. “Individu dengan kemampuan literasi rendah, tidak hanya berdampak pada kemampuan membaca, tetapi juga bagaimana Ia dapat memahami lingkungan maupun berinteraksi dengan orang sekitar,” jelasnya lagi.

Selain itu, rendahnya tingkat literasi akan berdampak pada sulitnya menerima informasi hingga gagalnya optimalisasi potensi diri. Untuk itu, pentingnya mengajarkan literasi anak sejak dini dapat dimulai melalui lingkungan terdekat seperti pada orang tua dan guru.

Berita Terkait : 8 Kopasgat Ikuti Pelatihan Tangani Teroris Pesawat Di Yordania

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke-62 dari 70 negara, atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

“Selain berada di urutan 10 negara terbawah, mata pelajaran matematika dan sains sering menjadi tantangan bagi sebagian besar murid karena dianggap sulit. Untuk itu, pengajaran pada literasi sains melalui Pelatihan Dasar Pedagogik dan Pelatihan Dasar Asesmen Sains agar dapat membuat materi asesmen dasar dalam kurikulum baru, serta dapat membuat eksperimen sains sederhana bersama murid SD,” ujar Chief Operating Officer Klassku Tony Siahaan.