Dewan Pers

Dark/Light Mode

Petani Sawit Puji Menkeu Hapus Pengutan Ekspor

Selasa, 19 Juli 2022 08:10 WIB
Petani tengah memanen kelapa sawit. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
Petani tengah memanen kelapa sawit. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia (APPKSI) memuji kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menghapus pungutan ekspor tandan buah segar (TBS) untuk dikelola menjadi minyak goreng. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 115 Tahun 2022.

"Terkait terbitnya PMK Nomor 115 Tahun 2022, APPKSI  mengapresiasi Menteri Keuangan atas penghapusan pungutan ekspor (PE) sampai batas waktu yang ditentukan oleh pemerintah. Namun pungutan ekspor juga harus diberbarengi dengan kenaikan harga TBS," kata Ketua Dewan Pembina APPKSI, Arief Poyuono, dalam keterangannya, Selasa (19/7).

Menurutnya, faktor yang menyebabkan mahar TBS belum bisa naik lantaran larangan ekspor crude palm olis (CPO) atau minyak sawit yang pernah ditetapkan pemerintah beberapa bulan lalu. Akibatnya stok CPO melimpah.

Berita Terkait : Kurikulum Merdeka Jangan Dipaksakan

"Harga TBS sulit naik karena bea keluar ekspor CPO masih sangat tinggi, yaitu bea keluar mencapai 288 dolar Amerika Serikat per ton. Artinya bea ekspor akan tetap membebani harga TBS petani nantinya," sambung politisi Partai Gerindra itu.

Karena itu, pihaknya berharap bea keluar CPO dihapus atau dikurangi hingga dikisaran 50 dolar AS. Agar harga TBS bisa kembali normal. Apalagi dalam menghadapi krisis global, Indonesia membutuhkan ekspor yang kuat untuk mendapatkan devisa negara.

"Minyak kelapa sawit itu menyumbang 54 persen terhadap surplus neraca perdagangan Juni 2022," ungkap dia.

Berita Terkait : Dongkrak Harga Sawit, Sri Mulyani Gratiskan Pungutan Ekspor

Ditambah lagi, Arief menduga saat ini harga CPO diprediksi bakal anjlok dalam. Dipicu menularnya ketakutan pasar global terhadap resesi yang mengancam ekonomi AS. Bahkan, ketakutan pasar tersebut diprediksi lebih kuat dari dampak tensi geopolitik di Ukraina.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengeluarkan jurus baru agar petani sawit tetap sejahtera. Zulhas, sapaan akrabnya, menargetkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani senilai Rp 2.400 per kilogram.

"Kita akan melakukan segala upaya untuk tandan buah segar ini. Saya sudah hitung ya, harusnya harganya Rp 2.400," kata Zulhas di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/7). ■