Dark/Light Mode

Jurisdiction Collective Action Forum

Gotong Royong Membangun Masa Depan Investasi Hijau Di Indonesia

Selasa, 9 Agustus 2022 13:04 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

 Sebelumnya 
Contoh dari JA yang tengah berkembang saat ini adalah konservasi hutan dan produksi komoditas berkelanjutan yang telah dilaksanakan melalui pendekatan multi-stakeholder yang diselenggarakan oleh organisasi dan dari sisi pemerintahan.

Seperti yang disampaikan oleh OJK Secondee, Environmental Department OECD Istiana Maftuchah. Dia menyebut, dalam proses penulisan panduan taksonomi hijau dan biru, OJK bekerja sama dengan delapan kementerian terkait dan industri tertentu sebagai vocal point penerapan yurisdiksi antarnegara.

Namun, untuk mempertegas struktur dan mekanisme pendanaannya, dibutuhkan panduan yang bisa selaras dan digunakan oleh seluruh pihak, terutama bagi sektor finansial.

Baca juga : Gobel: Saatnya Jepang Perkuat Investasi Pertanian Dan SDM Di Indonesia

Panduan tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi sektor terkait dalam menciptakan inovasi penanggulangan perubahan iklim di Indonesia.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Bursa Efek Indonesia (BEI) Ignatius Denny Wicaksono, menyatakan BEI secara aktif terus mendorong terciptanya ekosistem keuangan berkelanjutan di Pasar Modal.

Denny menggarisbawahi, tantangan isu keberlanjutan ini akan berdampak kepada kelangsungan hidup perusahaan dan tindakan yang diambil oleh investor saat ini akan menentukan kesejahteraan generasi mendatang.

Baca juga : Gobel Rayu Pengusaha Jepang Untuk Berinvestasi Credit Carbon Di Indonesia

Dia pun berharap seluruh pemangku kepentingan mendorong penerapan aspek berkelanjutan dan bersedia memberikan insentif bagi sektor yang perencanaan pembangunannya memiliki tujuan berkelanjutan (Sustainable Development Goals (SDGs).

Chief Financial Officer PT Sarana Multi Infrastructure Darwin T. Djajawinata mengungkapkan taksonomi hijau dan biru akan membantu dalam arah pendanaan berkelanjutan.

Di awal penerapannya akan dilihat sebagai skema tambahan oleh sektor pendanaan yang bergantung kepada fasilitas yang akan diterima serta risikonya.

Baca juga : Terima Rosan Roeslani, Bamsoet Dorong Pengusaha AS Investasi di Indonesia

Maka, pembentukan prinsip berkelanjutan itu harus lebih diperhatikan. Darwin mengukuhkan bahwa mengembangkan sistem pembangunan berkelanjutan di Indonesia perlu konsistensi, inovasi, dan pantang menyerah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.