Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kolaborasi BCA Dan Bahana TCW, Luncurkan Reksa Dana BGDL
Jumat, 2 September 2022 20:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) jalin kerja sama dengan PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) meluncurkan produk Reksa Dana terbaru bernama Bahana Gebyar Dana Likuid (BGDL).
Produk tersebut melengkapi instrumen investasi yang sudah tersedia melalui berbagai kanal investasi BCA, terutama melalui aplikasi Wealth Management (WELMA) BCA.
Direktur BCA Haryanto Budiman menjelaskan, kehadiran produk Reksa Dana baru tersebut dilatarbelakangi oleh minat dan semangat masyarakat untuk berinvestasi yang terus bertumbuh.
Baca juga : Sambo, Istri Dan Bharada E Hari Ini Reuni Di Duren 3
Di tengah tantangan Covid-19, inflasi yang meningkat dan situasi ekonomi global yang terus dinamis, pilihan untuk melakukan investasi harus dipikirkan dengan matang, terutama terhadap produk yang dapat memberikan imbal hasil yang menarik untuk persiapan masa depan.
“BGDL yang dikelola oleh Bahana TCW hadir secara ekslusif bagi nasabah BCA untuk menyesuaikan kebutuhan investasi yang semakin beragam,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (2/9).
Produk Reksa Dana terbaru yang ditawarkan BCA ini sebut Haryanto, memiliki profil risiko yang sangat konservatif karena portofolionya memiliki risiko dan fluktuasi yang rendah. Selain itu, produk ini dapat dijadikan alternatif yang tepat bagi nasabah dan masyarakat yang ingin melakukan diversifikasi portofolio di tengah situasi saat ini.
Baca juga : Kolaborasi Dengan Slank, Movi Dan Vapezoo Luncurkan Kuy Podlott V3
“Produk ini dapat diperjualbelikan baik melalui Kantor Cabang BCA yang melayani transaksi investasi maupun aplikasi WELMA,” ujarnya.
Presiden Direktur Bahana TCW Rukmi Proborini mengatakan, Produk BGDL ini merupakan jenis Reksa Dana Pasar Uang yang memiliki kriteria screening ketat dan terukur serta dikembangkan khusus secara tailor-made mengikuti karakteristik dan kebutuhan nasabah Bank BCA serta akan dijual ekslusif di Bank BCA.
Reksa Dana ini memiliki komposisi ideal sebesar 60 persen di obligasi baik korporasi maupun pemerintah dengan tenor dibawah satu tahun, sedangkan 40 persen sisanya diinvestasikan pada deposito berjangka.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya