Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kolaborasi Dengan Korea Selatan Indonesia

Indonesia Borong Jet Tempur KF-21

Rabu, 27 Juli 2022 07:05 WIB
KF-21 Boramae saat uji terbang di Korea Selatan, 19 Juli 2022. (Foto CNN)
KF-21 Boramae saat uji terbang di Korea Selatan, 19 Juli 2022. (Foto CNN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meski dianggap belum selevel dengan jet tempur generasi kelima buatan China, KF-21 Boramae dinilai penting untuk memperkuat pertahanan Indonesia. Pesawat tempur itu merupakan buatan Korea Selatan (Korsel) bekerja sama dengan Indonesia.

Mengutip South China Morning Post (SCMP), kemarin, Indonesia membayar 20 persen dari pengembangan jet buatan Korea Aerospace Industries tersebut. Total biaya yang diperlukan untuk pengembangan jet ini mencapai 6,7 miliar dolar AS, atau setara Rp 100 triliun.

Kepada The Diplomat, pengamat internasional Sekolah S Rajaratnam (RSIS), Singapura, Liang Tuang Nah mengatakan, Indonesia memiliki dua masalah pertahanan yang perlu diperhatikan. Yakni, pertahanan wilayah yang luas dan keusangan armada pesawat.

Semua itu membutuhkan armada udara yang cukup besar, yang bisa dibilang belum dimiliki Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Dia bilang, TNI AU hanya memiliki 101 pesawat bersenjata.

Berita Terkait : Djanur Bangga Banget Bisa Bekuk Persebaya

“Juga hanya enam pesawat patroli maritim untuk menjaga tanggung jawab ruang udara mereka yang luas,” tulis Liang. Dia juga menuturkan, tak semua pesawat tersebut selalu tersedia atau layak terbang. Beberapa pesawat harus menjalani pemeliharaan, serta menunggu pengiriman suku cadang baru.

“Melihat kondisi ini, akuisisi 50 jet KF-21 dalam beberapa tahun ke depan, tak tampak sebagai sesuatu yang tidak masuk akal untuk penjagaan keamanan nasional,” sebut Liang.

Dia juga menyinggung tanggung jawab TNI AU yang harus menjaga 1.904.569 kilometer persegi wilayah darat Indonesia, dan juga ruang udara Indonesia. Belum lagi, wilayah perairan dalam negeri. Ini membuat cakupan wilayah yang harus dipantau TNI AU cukup besar.

Sebelumnya, kepada SCMP, pengamat militer asal Macau, China, Antony Wong menilai, KF-21 belum sekelas dengan jet tempur FC 31, maupun J-20 buatan China. Seri J-20 merupakan satu dari sedikit jenis jet tempur generasi kelima di dunia.

Berita Terkait : Kepala Staf Gabungan AS: Indonesia Penting Bagi Seluruh Dunia

Selain China, hanya Amerika Serikat (AS) dan Rusia yang memiliki jet tempur generasi kelima. Jet tempur AS generasi tersebut dikenal dengan nama F-22 dan F-35. Sedangkan buatan Rusia disebut Su-57. Jet tempur generasi kelima ini menggabungkan kemampuan sembunyi, manuver super, jelajah supersonik, dan avionik canggih.

Meski demikian, menurut Wong, KF-21 bisa menyaingi varian Chengdu J-10. Jet tempur Chengdu J-10 buatan China masuk dalam kategori jet generasi keempat. Jet ini dipamerkan pada 2005. Ratusan jet ini juga telah digunakan di dunia.

J-10 merupakan jet mesin tunggal yang lebih ringan dan kecil ketimbang KF-21. Seri J-10 terbaru, seperti J-10B dan J-10C, juga dilengkapi dengan sistem avionik canggih, seperti radar active electronically scanned array (AESA). Lebih lanjut, jika dikerahkan secara massal, KF-21 masih dapat mengubah keseimbangan kekuatan angkatan udara regional. 

“Juga berpotensi menjadi pesaing kuat di pasar global,” jelas Wong.

Berita Terkait : Komit Sejahterakan Karyawan, Kerry Indonesia Sabet HR Asia Awards 2022

KF-21 “Boramae” atau “Hawk” alias elang menyelesaikan uji terbang 30 menit Selasa (19/7) di wilayah Sacheon, Korsel. Negara itu berharap, pesawat tempur generasi keempat-plus buatan dalam negeri akan berfungsi sebagai alternatif yang lebih murah daripada Lockheed Martin F-35 Lightning II AS yang diimpor.

Pengembangnya, Korea Aerospace Industries, bahkan mengumumkan rencana peningkatan, untuk akhirnya memodifikasi jet tersebut menjadi pesawat tempur siluman. Meskipun desain aerodinamis KF-21 mengadopsi banyak fitur dari pesawat tempur siluman, dalam uji penerbangan menunjukkan, pesawat itu membawa empat model rudal pada hard point eksternal. Itu menunjukkan kemampuan siluman yang sangat terbatas. ■