Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hadirkan 10 Manfaat Nasabah Prioritas, Moduit Luncurkan Layanan Beyond
Rabu, 3 Agustus 2022 14:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Minat masyarakat untuk berinvestasi terus meningkat. Hal ini tercermin pada perkembangan jumlah investor di pasar modal yang telah menembus angka 9,11 juta investor per Juni 2022. Angka ini peningkatan 21,68 persen dibanding posisi akhir 2021 yang tercatat sebanyak 7,49 juta.
Investor pasar modal tersebut terbagi dalam produk investasi reksa dana, saham, maupun Surat Berharga Negara (SBN). Perkembangan teknologi dan digitalisasi yang masif merupakan pendorong penting pesatnya peningkatan jumlah investor. Sebab, digitalisasi membuat orang dengan mudah dan cepatnya membuka rekening efek dan berinvestasi.
Peningkatan minat investasi ini turut memengaruhi kinerja pasar modal Indonesia. Hingga penghujung Juli 2022, posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah hampir menggapai level 7.000, atau mengalami kenaikan hampir 6 persen secara year to date.
Baca juga : Mudahkan Aktivitas Digital, Smartfren Luncurkan Paket Internetan Bebas Worry
Chairman Financial Planning Standards Board (FPSB) Indonesia Tri Djoko Santoso mengatakan, peningkatan jumlah investor yang diikuti pertumbuhan kinerja produk-produk pasar modal berpotensi mendongkrak jumlah nasabah kaya di Indonesia atau disebut dengan High Net-Worth Individuals (HNWI). “Jumlah HNWI Indonesia diprediksi akan tumbuh di atas 60 persen menjadi lebih dari 250.000 orang dalam 5 tahun ke depan (data HNWI 2021 tercatat 82.000 orang),” papar Tri, seperti keterangan yang diterima redaksi, Rabu (3/8).
Selain jumlah orang kaya bertambah, Tri menyebut, nilai kekayaan juga berpotensi meningkat pesat. Terlebih bila mereka bisa mengelola dan menata penghasilan yang mereka peroleh dari bekerja maupun investasi. Untuk itu, nasabah HNWI perlu punya perencana keuangan yang mumpuni.
Peran perencana keuangan membantu HNWI untuk berinvestasi secara aman sesuai dengan profil risikonya. “Perencanaan keuangan sangat penting karena merupakan satu-satunya cara paling masuk akal bagi setiap orang untuk memastikan masa depan finansialnya dan keluarganya,” urainya.
Baca juga : Gandeng Bank Jago, Bibit Luncurkan Fitur Nyaman Berinvestasi
Tri menyebutkan, nasabah HNWI juga mempunyai kebutuhan yang lebih kompleks. Kebutuhan tersebut menjadi urgensi bahwa HNWI memerlukan seorang partner yang tepat, terpercaya dan profesional untuk mengelola kekayaan mereka. Hal tersebut yang melandasi PT Moduit Digital Indonesia untuk memberikan pelayananan private wealth management kepada nasabah HNWI.
Chief Business Officer PT Moduit Digital Indonesia, Stefanus Adi Utomo, mengatakan bahwa sebagai perusahaan teknologi finansial yang menyediakan layanan private wealth management secara digital, pihaknya menyediakan berbagai pilihan produk investasi yang telah terkurasi dan sekaligus jasa nasihat investasi yang sesuai kebutuhan. Soal keamanannya, saat ini, PT Moduit Digital Indonesia telah memiliki 3 lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sudah terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika.
“Nasabah Moduit sudah dapat berinvestasi secara terintegrasi untuk produk-produk wealth management seperti reksadana dan obligasi, termasuk juga SBN, seperti SR17 yang akan diluncurkan di akhir bulan ini,” papar Stefanus.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya