Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pasar Khawatir Krisis Energi, Rupiah Menguat Lagi

Selasa, 6 September 2022 09:42 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini, nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,13 persen ke level Rp 14.887 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.907 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas di zona hijau. Yen Jepang naik 0,15 persen, dolar Singapura menguat 0,13 persen, won Korea Selatan melonjak 0,32 persen, peso Filipina naik 0,11 persen, baht Thailand melesat 0,55 persen, namun dolar Hong Kong dan Yuan China stagnan.

Berita Terkait : Awal Pekan, Rupiah Menguat

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya turun 0,2 persen menjadi ke level 109,46. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,18 persen ke level Rp 14.777, terhadap poundsterling Inggris melemah 0,10 persen ke level Rp 17.191, dan terhadap dolar Australia menguat 0,09 persen ke level Rp 10.125.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan dolar AS naik ke level tertinggi dua dekade di pasca Rusia menghentikan pasokan gas ke Eropa. Hal tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar akan kekurangan energi dengan musim dingin yang akan datang.  

Berita Terkait : Pasar Tunggu The Fed, Rupiah Nyungsep Lagi

“Ditambah lagi adanya ekspektasi Federal Reserve akan melanjutkan pengetatan moneter yang agresif, terutama setelah rilis data non-farm payrolls yang lebih baik dari perkiraan pada hari Jumat,” ujarnya dalam riset harian, Selasa (6/9).

Ibrahim bilang, naiknya harga BBM Bersubsidi akan berdampak terhadap kenaikan inflasi, yang membuat mata uang garuda kembali menjadi korban walaupun respon awal sempat menguat sesaat. Walaupun kebijakan tersebut dapat meningkatkan inflasi, menaikkan suku bunga, dan merugikan konsumsi rumah tangga dalam jangka pendek.

Berita Terkait : Tunggu Keputusan The Fed, Rupiah Melemah Tipis

“Keputusan tersebut akan menghilangkan kebijakan menggantung yang membuat orang asing enggan membeli aset dalam rupiah,” ujarnya.

Ia memproyeksi, nilai tukar rupiah sepanjang hari ini akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada rentang Rp 14.880-Rp 14.930 per dolar AS.