Dewan Pers

Dark/Light Mode

Puan Ingatkan Ancaman Krisis Pertalite, Gus Falah Desak Regulasi Pro Rakyat

Jumat, 19 Agustus 2022 10:21 WIB
Anggota DPR Nasyirul Falah Amru (Gus Falah)/Ist
Anggota DPR Nasyirul Falah Amru (Gus Falah)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah membuat contingency plan (rencana cadangan) mengatasi ancaman krisis pertalite yang sudah terjadi di sejumlah daerah. 

Subsidi APBN untuk BBM juga sangat besar yaitu Rp 502 triliun. Ini sangat besar dan membuat beban APBN cukup berat. 

Anggota Komisi VII DPR Fraksi PDI Perjuangan Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) mendukung penuh pernyataan Puan itu. 

Berita Terkait : Puan Ingatkan Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Hadapi Krisis Pertalite

“Mbak Puan sudah mengatakan terkait contingency plan yang harus direncanakan sedemikaian rupa itu harus dilaksanakan. Kalau tidak, beban negara terhadap bahan bakar subsidi ini semakin membengkak, kita bisa lihat di daerah lain, kelangkaan akan pertalite ini juga semakin besar. Yang harus dilakukan negara segera menerbitkan regulasi pembatasan pembelian BBM subsidi,” kata Gus Falah kepada wartawan, (18/8/22)

Legislator dapil Jatim X ini mengingatkan pemerintah agar regulasi yang diterbitkan tepat sasaran. Jangan sampai mereka yang mampu justru ikut menikmati pertalite. 

“Jangan tidak tepat sasaran. Mobil mewah beli pertalite, CC-nya besar beli pertalite, ini harus kita pikirkan bersama. Saya minta negara harus segera menyikapo membuat regulasi yang tepat dan pro rakyat,” ungkap Gus Falah.

Berita Terkait : Gus Halim Jamin 11 Desa Di IKN Nggak Berubah

Yang boleh membeli, misalkan kendaraan umum angkutan massal, ataupun kendaraan roda dua itu yang bisa membeli.

Sebelumnya, Puan menyatakan, negara tidak boleh membiarkan masyarakat kelas menengah ke bawah terpaksa merogoh kantong lebih akibat kesulitan mendapatkan BBM. 

“Tentunya, ini akan memberatkan masyarakat kecil, terutama yang mata pencahariannya sangat bergantung pada BBM jenis Pertalite. Perlu ada langkah extra ordinary mengatasi krisis Pertalite,” ujar Puan dalam keterangannya, 11 Agustus Lalu.■