Dewan Pers

Dark/Light Mode

PTPN Group Siap Produksi Minyakita, Harganya Rp 14 Ribu Per Liter

Jumat, 23 September 2022 09:58 WIB
Minyakita buatan PTPN Group. (Foto: Ist)
Minyakita buatan PTPN Group. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus mendukung kebijakan pemerintah menstabilkan harga minyak goreng nasional hingga kembali ke level Rp 14.000 per liter. Salah satu upaya yang dilakukan PTPN Group adalah dengan memaksimalkan proses produksi dan distribusi minyak goreng.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani mengatakan, sampai Agustus tahun 2022, PTPN Group, melalui PT Industri Nabati Lestari (INL) sebagai anak usaha, telah memproduksi dan mendistribusikan 208 ribu ton minyak goreng.

Berita Terkait : Pejabat Kemendag Dikasih “Uang Lembur” 10 Ribu Dolar

Produksi minyak nasional tersebut, dilakukan melalui tiga brand dengan segmentasi berbeda, yakni Nusakita, Salvaco dan kemasan sederhana INL.

Abdul Ghani menyampaikan, dalam waktu dekat, PT INL juga akan memproduksi minyak goreng kemasan rakyat dengan merk “Minyakita” sesuai dengan progam pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan minyak goreng dengan harga yang terjangkau. Diharapkan dengan dibuat secara kemasan selain mempermudah distribusinya juga menjaga kehigienisan minyak goreng itu sendiri.

Berita Terkait : Ojol Minta Harga Khusus Pertalite

Rencananya produk tersebut akan diproduksi masal pada 1 Oktober 2022, dengan kapasitas 3 juta liter per bulan dengan kemasan 1 liter. "Harga per kemasan 1 liternya akan dijual Rp 14.000 dan kita akan distribusikan di Sumatera bagian utara, Jabodetabek, serta Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)," terangnya.

Langkah tersebut, lanjut Abdul Ghani, dilakukan PTPN Group sebagai salah satu upaya untuk turut berkontribusi menekan tren kenaikan harga minyak goreng, seiring siklus komoditas selama pandemi ini. "Hal itu, juga sesuai dengan arahan Pemerintah dan arahan Menteri BUMN Bapak Erick Thohir, untuk bagaimana PTPN ikut menstabilkan harga minya goreng di pasar," beber Abdul Ghani.