Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tekan Harga, PTPN Group Maksimalkan Produksi Dan Distribusi Minyak Goreng

Rabu, 27 Juli 2022 04:48 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait stabilisasi dan penurunan harga minyak goreng. PTPN Group berupaya agar harga minyak goreng di pasaran kembali ke level Rp 14.000 per liter.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan, untuk mencapainya, langkah yang dijalankan untuk menurunkan harga adalah memaksimalkan proses produksi dan distribusi minyak goreng.

"PTPN Group melalui PT Industri Nabati Lestari (INL) telah memproduksi dan mendistribusikan 44.445.526 liter minyak goreng sepanjang semester I 2022," ujar Ghani dalam keterangan pers, dikutip Selasa (26/7).

Ia menambahkan, area distribusi utama dari minyak goreng tersebut meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Bagian Utara dan Riau.

Ketiga provinsi tersebut secara geografis berdekatan dengan lokasi pabrik PT INL. Perusahaan yang bergerak di hilir kelapa sawit ini berpusat di Kawasan Industri Sei Mangkei, Sumatera Utara.

"Salah satu kelompok sasaran pendistribusian minyak goreng murah ini adalah masyarakat yang tinggal di sekitar kebun sawit," ungkapnya.

Berita Terkait : Gandeng Petani, Pabrik Glenmore Kerek Produksi Gula Konsumsi

Dia berharap, masyarakat merasakan kehadiran PTPN Group terkait penyediaan minyak goreng yang terjangkau. Dalam proses distribusi minyak goreng ini, PT INL turut bekerja sama dengan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang bergerak dan memiliki kemampuan logistik.

Perusahaan BUMN yang terlibat dalam kegiatan ini adalah PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Rajawali Nusindo. PT PPI mampu mendistribusikan 735 ton atau setara 812.442 liter minyak goreng.

Perusahaan non-BUMN yang turut terlibat dalam distribusi minyak goreng. Antara lain, Puskopar PT Perkebunan Nusantara IV, CV Surya Alam Mandiri, dan,CV Bintang Kemilau Sejahtera, CV Febri Pratama.

Kemudian, PT Inti Sehat Maju Jaya, PT Wijaya Unfo Teknik, CV Cipta Usaha Nagari, PT Mitra Food Prime, PT Palmanco Inti Sawit dan PT Energi Oleo Persada.

Selain itu, PTPN Group juga menggelar operasi pasar, untuk menyediakan minyak goreng murah di seluruh Indonesia. PTPN yang berada di wilayah Sumatera Bagian Utara dan Riau, yaitu PTPN I, PTPN II, PTPN III, PTPN IV dan PTPN V telah menggelar operasi pasar minyak goreng sejak Januari 2022 yang lalu.

"PTPN Group memiliki kewajiban moral untuk menyediakan komoditas pangan strategis. Langkah produksi, distribus dan operasi pasar minyak goreng akan terus digencarkan hingga harga minyak goreng di pasar stabil," tutur Ghani.

Berita Terkait : Pak Zul Masih Direpotin Percikan Minyak Goreng

Manajemen menyadari, sebagai perusahaan BUMN, Holding Perkebunan Nusantara tidak 100 persen berorientasi bisnis dan komersial.

Perseroan juga memiliki kewajiban untuk mengelola seluruh kekayaan alam, demi menyejahterakan seluruh anak bangsa. Jajaran Direksi dan Karyawan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus meningkatkan kinerja operasional, sehingga kapasitas produksi minyak goreng perseroan, mampu mencukupi kebutuhan nasional.

Selaku perusahaan sawit terintegrasi terbesar kedua di Indonesia, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) siap memproduksi, mendistribusikan dan menyediakan minyak goreng dengan kualitas maksimal dan kuantitas yang optimal.

Diharapkan, langkah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam memenuhi minyak goreng dalam negeri, mampu menggapai predikat sebagai "Kebanggaan Baru Indonesia".

 

Masyarakat menyambut antusias acara ini, karena harga minyak goreng curah hanya Rp 13.000 per liter, berada di bawah harga pasar.

"Alhamdulillah, meskipun harus mengantre, senang bisa mendapat minyak goreng murah. Kualitasnya saya lihat ini setara yang kemasan," ujar seorang konsumen bernama Kamsiah.

Berita Terkait : G20 Harus Dorong Pemberdayaan Perempuan Dan Kesetaraan Gender

Ibu yang memiliki empat putra ini, merupakan salah satu pengunjung operasi pasar yang digelar PTPN V sebagai anak usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero).

Dia mengaku, kualitas minyak goreng yang dijual secara curah, tidak berbeda dengan minyak goreng kemasan. Dalam acara ini, Kamsiah mendapatkan kuota pembelian minyak goreng curah hingga 10 kilogram (kg).

Program operasi pasar minyak goreng murah ini, juga bertujuan menjaga keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Andri, seorang pedagang pecel lele di Pekanbaru, Riau antusias dan bersyukur, karena pemerintah bersama PTPN Group mampu menyediakan minyak goreng dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar.

“Kegiatan ini sangat membantu usaha saya. Lewat operasi pasar ini, kebutuhan minyak goreng, setidaknya untuk 3 hari ke depan sudah tersedia,” ujar Andri, saat ditemui di lokasi acara. ■