Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dapat PMN, Waskita Karya Kebut Pembangunan Proyek Infrastruktur

Kamis, 6 Oktober 2022 16:20 WIB
Gedung Waskita Karya. (Foto: Ist)
Gedung Waskita Karya. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Waskita Karya (Persero) Tbk genjot penyelesaian proyek infrastruktur jalan tol di Jawa dan Sumatra serta proyek-proyek strategis lainya. Pada tahun ini, Waskita Karya mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3 triliun.

Sementara target perolehan dana rights issue sebesar Rp 980 miliar, rencananya akan digunakan untuk tambahan modal kerja proyek infrastruktur strategis lainnya yang sedang dikerjakan oleh Waskita.

Dengan adanya dukungan Pemerintah serta implementasi delapan streams penyehatan keuangan Waskita, perseroan akan fokus pada peningkatan kinerja operasional, salah satunya melalui penyelesaian ruas-ruas jalan tol di bawah pengelolaan anak usaha perseroan PT Waskita Toll Road (WTR).

Berita Terkait : Ketum PAN Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan, Kecam Penggunaan Gas Air Mata

Senior Vice President (SVP) Corporate Secretary Waskita Karya, Novianto Ari Nugroho meyakinkan, fokus pada bisnis operasional akan memperbaiki kinerja keuangan perusahaan pada 2022 dengan cara meningkatkan pendapatan dari sektor konstruksi.

Adapun melalui dukungan Pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dan Kredit Modal Kerja (KMK) tahun 2021, perseroan dapat melanjutkan proses penyelesaian jalan tol yang sempat tertunda semenjak pandemi Covid-19.

Menurutnya, penyelesaian jalan tol selain dapat meningkatkan kinerja operasional dan keuangan, juga dapat memperlancar proses strategic partnership yang sedang dijalankan perseroan. 

Berita Terkait : Airlangga: Pasarnya Besar, Pemerintah Kerek Industri Modifikasi

“Hal ini disebabkan kecenderungan investor baru memilih jalan tol yang telah beroperasi, baik beroperasi parsial maupun penuh,” jelas Novianto dalam keterangan resminya, Kamis (6/10).

Diketahui, tahun 2022 Waskita Karya telah berhasil melakukan strategic partnership pada beberapa ruas jalan tol seperti Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Jalan Tol Kanci-Pejagan, dan Jalan Tol Pejagan-Pemalang yang diharapkan dapat membantu mendongkrak kinerja operasional perusahaan.

Dana PMN tahun 2021 dari Pemerintah sebesar Rp 7,9 triliun yang diterima Waskita digunakan untuk percepatan penyelesaian 7 ruas tol di Jawa dan Sumatra.

Berita Terkait : Eks Pejabat Waskita Adi Wibowo Dituntut 4 Tahun Penjara

Ketujuh ruas tol tersebut antara lain adalah Ruas Tol Kayu Agung-Palembang-Betung Tahap dua sepanjang 69,19 kilometer (km). Ruas Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi Koneksi Wiyoto Wiyono dan 2A Ujung sepanjang 4,88 km, di mana minggu lalu baru saja mengoperasikan tiga jalur tambahan yaitu On Ramp Prumpung. On Ramp Casablanca, dan Seksi 1A Koneksi Jalan Tol Wiyoto Wiyono sisi Timur. Ruas Tol Cimanggis-Cibitung Seksi 2A sepanjang 3,4 km.

Kemudian juga pembangunan Ruas Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 2 sepanjang 11,9 km. Ruas Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar Seksi 4 sepanjang 9,29 km. Ruas Tol Pasuruan-Probolinggo Seksi 4 sepanjang 12,45 km. Ruas Tol Pejagan-Pemalang sepanjang 57,5 km yang saat ini sepenuhnya telah beroperasi.

Sementara rencana dana PMN tahun 2022, Waskita akan mendapatkan alokasi sebesar Rp 3 triliun. “Guna menjaga komposisi kepemilikan saham antara Pemerintah dan publik setelah diterimanya PMN, Waskita akan melaksanakan aksi korporasi rights issue dengan target perolehan sebesar Rp 980 miliar,” jelasnya.