Dark/Light Mode

Dukung Pertumbuhan Sustainable Development

Mandiri Guyur Ekonomi Hijau Kredit Rp 221,1 T

Kamis, 3 November 2022 07:30 WIB
Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi (kiri) memberikan pemaparan terkait Mandiri ESG Report yang diluncurkan pada acara Mandiri Sustainability Forum, di Jakarta, Rabu (2/11/2022). Laporan yang merupakan hasil riset dan penelitian Mandiri Institute tersebut memberikan perspektif baru tentang pandangan bisnis, investor, dan pengelola dana tentang ESG yang dapat menjadi masukan penting untuk pencapaian target pemerintah terkait Net Zero Emmision ke depan. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww).
Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi (kiri) memberikan pemaparan terkait Mandiri ESG Report yang diluncurkan pada acara Mandiri Sustainability Forum, di Jakarta, Rabu (2/11/2022). Laporan yang merupakan hasil riset dan penelitian Mandiri Institute tersebut memberikan perspektif baru tentang pandangan bisnis, investor, dan pengelola dana tentang ESG yang dapat menjadi masukan penting untuk pencapaian target pemerintah terkait Net Zero Emmision ke depan. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww).

 Sebelumnya 
Riset Mandiri Institute

Bank berlogo pita emas ini baru saja merilis hasil riset dan penelitian Mandiri Institute. Isinya memberikan pemahaman serta implementasi ESG di Tanah Air dengan tajuk Towards ESG Implementation in Indonesia. Riset bisa diakses oleh seluruh masyarakat secara gratis.

Darmawan menilai, hasil riset ini dapat menjadi acuan terkait gambaran ESG di Indonesia.

Baca juga : Kredit Sustainable Sector Bank Mandiri Tembus Rp 221,1 T

Sebab, penelitian ini dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai stakeholder mulai dari korporasi baik listed maupun non-listed, investor individual, hingga fund manager.

“Laporan ini menunjukkan ESG sebagai faktor utama dalam keberlanjutan bisnis, baik saat ini maupun masa depan,” sebutnya.

Menurut Darmawan, adopsi ESG bukan hanya sekedar mengikuti regulasi. Tetapi juga mengenai langkah implementasinya terhadap strategi bisnis dan corporate practices untuk mendapatkan tangible benefit, serta value creation yang lebih tinggi bagi perusahaan.

Baca juga : Dukung Inklusi Keuangan, Bank Mandiri Luncurkan Aplikasi Mandiri Agen

Hasil riset tersebut menyediakan perspektif baru tentang pandangan bisnis, investor, dan pengelola dana tentang ESG yang dapat menjadi masukan penting untuk perbaikan ke depan.

Salah satunya, hasil riset Mandiri Institute menemukan sejumlah tantangan yang dihadapi sektor swasta dalam mengimplementasikan ESG. Antara lain, beragamnya indikator dalam mengukur implementasi ESG di tingkat korporasi.

Dari data survei Mandiri Institute, ditemukan, bahwa sekitar 60 persen responden yang berasal dari perusahaan listed atau Terbuka, mengalami kesulitan dalam menentukan indikator ESG yang akan digunakan.

Baca juga : Kuartal 1 2022, Pembiayaan Hijau Bank Mandiri Capai Rp 209,8 T

“Hal ini menunjukkan perlunya dukungan terkait dengan peningkatan awareness dan pemahaman terkait ESG. Termasuk mempersiapkan strategi dalam menghadapi tantangan dan mencapai potensi ESG ke depan,” tutup Darmawan. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.