Dark/Light Mode

Meski Ekonomi Stabil, Sri Mul Tetap Waspadai Perang Dagang

Selasa, 30 Juli 2019 19:54 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kiri) Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Kepala Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah usai rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Jakarta, Selasa (30/7). (Foro: Antara).
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kiri) Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Kepala Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah usai rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Jakarta, Selasa (30/7). (Foro: Antara).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap mewaspadai adanya perang dagang meskipun sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2019 dinyatakan terjaga dengan stabil.

KSSK mencatat beberapa potensi risiko dari eksternal dan domestik yang harus diwaspadai," katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa.

Baca juga : Verstappen Juara di Kandang Macan

Ia mengatakan, bahwa masih berlangsungnya ketegangan hubungan dagang antara Amerika Serikat dengan Cina akan berpotensi melebar ke negara lain yang menjadi hub dari Cina untuk melakukan ekspor ke AS. “Faktor ini telah melemahkan perdagangan internasional dan mengakibatkan perlemahan prospek pertumbuhan ekonomi global,” ujarnya.

Selain itu, tensi di beberapa negara seperti Jepang dan Korea juga turut melemahkan ekonomi global yang secara langsung telah menekan harga komoditas termasuk minyak dan gas. “Momentum pertumbuhan ekonomi tetap harus terjaga apalagi ditengah konteks ketegangan global tetap harus diwaspadai,” katanya.

Baca juga : Gowes Nusantara Kemenpora Jadi Perhatian Warganet

Di sisi lain, menurunnya ketidakpastian pasar keuangan global dengan adanya langkah yang dilakukan oleh bank sentral di negara maju dan berkembang untuk melakukan pelonggaran moneter yang diprediksi akan menurunkan suku bunga kebijakan merupakan faktor yang bisa mendorong stabilitas sistem keuangan domestik.

“Itu dapat mendorong aliran masuk modal asing ke negara berkembang seperti Indonesia,” ujarnya.

Baca juga : Tumbuhkan Ekonomi Digital, RI Tingkatkan Kerja Sama Bareng Arab SaudiĀ 

Ia menegaskan akan terus melakukan penguatan koordinasi kebijakan antar lembaga-lembaga yang menjadi anggota KSSK dalam rangka untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan perekonomian secara berkelanjutan. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.