Dewan Pers

Dark/Light Mode

Permintaan Dolar Naik, Rupiah Makin Loyo

Senin, 21 November 2022 10:03 WIB
Dolar dan Rupiah. (Foto: Antara)
Dolar dan Rupiah. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah tipis 0,04 persen ke level Rp 15.690 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding perdagangan Jumat (18/11) yang berada di Rp 15.684 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas melemah terhadap dolar AS. Namun yen Jepang yang naik tipis 0,04 persen, won Korea Selatan anjlok 0,96 persen, ringgit Malaysia turun 0,75 persen, yuan China turun 0,68 persen, baht Thailand turun 0,48 persen, dolar Taiwan melemah 0,34 persen, peso Filipina turun 0,14 persen, dolar Singapura minus 0,11 persen, dan dolar Hong Kong turun 0,02 persen.

Berita Terkait : Obligasi AS Naik, Rupiah Makin Terseok

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya naik 0,24 persen ke level 107,12. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,28 persen ke level Rp 16.109, terhadap poundsterling Inggris naik 0,34 persen ke level Rp 18.537, dan terhadap dolar Australia menguat 0,42 persen ke level Rp 10.389.

Analis Pasar Keuangan PT Sinarmas Futures, Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan yang terjadi pada rupiah dan beberapa mata uang lainnya lantaran tekanan oleh ekspektasi pasar terkait bank sentral AS (The Fed) yang akan terus mengerek suku bunga acuan karena inflasi yang masih tinggi.

Berita Terkait : Paola Serena, Rangkul Gading Marten

"Sikap kekhawatiran pasar yang turut memberikan tekanan ke aset berisiko termasuk rupiah,” ujarnya di Jakarta, Senin (21/11).

Kemudian dari dalam negeri, masalah supply dan demand dolar AS juga disinyalir menjadi pemicu pelemahan rupiah. Terlebih, permintaan dolar AS cenderung meningkat menjelang akhir tahun untuk berbagai kebutuhan korporasi.

Berita Terkait : Polandia Diserang Rudal, Rupiah Kena Imbasnya

Ia memproyeksi, nilai tukar rupiah sepanjang hari ini bergerak di kisaran Rp 15.650 sampai Rp 15.730 per dolar AS.