Dark/Light Mode

Dirjen Hortikultura: Benih Bermutu Tonggak Penentu Hasil Produksi Cabe

Senin, 5 Agustus 2019 22:58 WIB
Kawasan benih cabe di Desa Slemanan, Kecamatan, Udanawu, Blitar. (Foto: Humas Kementan)
Kawasan benih cabe di Desa Slemanan, Kecamatan, Udanawu, Blitar. (Foto: Humas Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Fokus pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan terutama cabai tidak henti-hentinya. Program Kementerian Pertanian 2019 untuk cabe diberikan dalam komponen pilihan benih bersertifikat, pupuk organik terdaftar, dolomit, mulsa, bahan pengendali OPT (feromon/antraktan, perangkat likat berwarna, agens hayati berstandar mutu).

"Pak Mentan meminta turun ke lapangan karena inflasi 0,1 persen dinilai tinggi. Jatim (Jawa Timur) perlu ditengok karena wilayah ini penyangga nasional. Jakarta menjadi indikator akibat imbas harga. Di sini saya ingin mendorong pola tanam," ujar Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto, di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Sabtu (3/8). 

Ke depan, imbuh Anton, akan dipantau pola tanam berbasis kebutuhan. Tiap daerah dipetakan berapa jumlah konsumsi yang diperlukan melalui aplikasi online. Pola ini diyakini mampu menjaga kuantitas produksi sesuai dengan besaran kebutuhan.

Peta produksi berbasis kebutuhan riil ini akan digunakan sebagai bahan sosialisasi ke daerah-daerah untuk memberitahukan berapa besaran pertanaman yang dibutuhkan. Dengan pemetaan tersebut, gejolak harga akibat minimnya produksi akan bisa dihindari.

Baca juga : Ditjen Hortikultura Aktifkan Kembali Website PPID

“Peta produksi cabai ini bisa juga bisa digunakan untuk mengenal kondisi. Misalnya, kabupaten A kekurangan hasil produksi, sedangkan kabupaten B kelebihan produksi, maka kedua kabupaten dapat saling mengisi. Dengan adanya peta ini, diharapkan cabai jadi selalu tersedia di pasar," terang Anton.

Hal penting yang menjadi perhatian dirinya adalah pemilihan benih bermutu. Kendati mempergunakan benih lokal, poin pentingnya adalah cermat memilih asal benih.

Komoditas cabai rentan serangan virus gemini. Apabila tanaman asal sudah terkena, apabila benihnya sudah mengandung virus tersebut, maka secara otomatis penyakit tersebut sudah ada di dalamnya

"Perhatikan kedua jenis cabai ini. Secara fisik tidak bisa dibedakan mana yang terkena virusnya, meski kita tahu asal tanamannya sudah terserang. Ini jangan ditanam," perintah pria akrab dipanggil Anton ini. 

Baca juga : Ditjen Hortikultura Percepat Perbaikan Layanan PPID

Dirinya menerangkan, hasil penelitian mengungkapkan jika memakai benih cabai yang terserang virus ini nantinya produksi tanaman akan menurun drastis. Penurunan bisa mencapai 50 persen dan lama masa panen juga ikut berkurang.

Blitar Mandiri Benih

Kontradiksi dengan konsumen, petani cabai khususnya Blitar tengah menikmati harga bagus. Kendati demikian, efek kenaikan harga akibat menunggu panen raya tidak serta merta membuat petani di atas angin

"Harga bagus yakni Rp 68 -70 ribu per kg artinya ini menggembirakan petani. Meski demikian kami juga menghendaki harga kembali ke kisaran normal Rp 25 ribu per kg. Lagi pula kami tidak terpengaruh harga, harga naik atau jatuh kami tidak terpengaruh. Kami menanam cabai turun - temurun dan mengembangkan benih sendiri," ujar Ketua Gapoktan Mangun Karso, Purnomo.

Baca juga : Priangan Timur Berpotensi Tingkatkan Produksi Pisang Nasional

Petani di sini, kata Purnomo, juga berprofesi sebagai penangkar cabai. Lahan di pekarangan rumah dimanfaatkan sebagai areal pengembangan benih. Benihnya pun dijual hingga ke Malang dan Jawa Barat. Harga mulai Rp 120 per polybag. "Jadi petani di sini tidak pernah menemui kendala dalam hal pemenuhan benih. Kami memproduksi sendiri dan hasilnya bisa dilihat seperti sekarang ini," imbuh Purnomo bangga. [KAL]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.